IDENUSANTARA.COM - Kualitas Jalan sepanjang jalan Jalur 40 Kota Kupang banyak berlubang sehingga tidak sedikit terjadi tambal sulam jalan berlubang di sepanjang jalur tersebut.
Baca Juga: Kampus di Kupang Ini Bebaskan Uang Pembangunan dan Potong 50% UKT bagi Maba 2023
Pantauan Tim Idenusantara.com sudah terjadi 3 kali terjadi tambal sulam jalan berlubang pada titik yang sama di sepanjang jalur 40 dengan rentan waktu tidak terlalu lama.
Tim Idenusantara.com juga menemukan pada titik jalan berlubang tersebut ketebalan aspal kurang lebih setebal tripleks 3 mm, dan diduga proses pengerjaan jalan dan tambal sulam juga dilakukan asal-asalan.
Pantauan terakhir (21/6/2022), bekas tambal sulam di titik tambal sulam sebelumnya, telah digaruk dan dibiarkan terbuka beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: STIKOM UYELINDO Beri Beasiswa Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi
Perlu diketahui, jalan Jalur 40 Kota Kupang merupakan jalan lingkar luar yang mobilitasnya cukup tinggi baik dari arah Fatukoa, Tabun, Manulai, Naioni, Oenesu, Tablolong Tenau, Bolok maupun arah sebaliknya dari Kolhua, Bello, Baun, Naimata, Penfui, terus ke arah Batas luar menuju Timor Leste.
Jalan Jalur 40 yang dibangun pemerintah menggunakan dana APBN dalam beberapa tahun lalu itu bertujuan untuk menyanggah perekonomian warga di wilayah pinggiran Kota Kupang, sehingga kualitas jalan penting tetap diperhatikan.
Wira salah satu pengendara dari arah Tabun yang selalu melintasi jalan Jalur 40 tersebut ketika ditemui Idenusantara.com mengungkapkan, jalan berlubang di sepanjang Jalur 40 itu sudah beberapa kali ditambal dititik yang sama, namun tidak lama sudah terangkat kembali.
"Saya selalu lewat jalan ini. Saya tinggal di Tabun kerja di Oelamasi. Jalan yang berlubang ini sudah beberapa kali ditambal, namun tidak lama juga sudah terangkat lagi. Dan yang saat ini juga sudah dicungkil tapi tetap dibiarkan terbuka seperti ini" ungkap Wira.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak pemerintah yang bertanggung jawab yakni BPJN NTT yang bisa dihubungi.*