peristiwa

Bumi Bukan Lagi Memanas, tetapi Mulai Mendidih

ay
Senin, 31 Juli 2023 | 08:39 WIB

Dalam implementasi menurunkan emisi karbon, ada sejumlah langkah yang dapat ditempuh. Dua di antaranya melalui skema pajak karbon dan bursa karbon. Artinya, aksi iklim oleh individu, komunitas, industri, perusahaan, kota, dan lembaga pemerintahan dapat berjalan secara kolektif.

Aksi iklim selanjutnya menyasar pada skema investasi untuk adaptasi di tengah gelombang cuaca ekstrem dan dampak lain dari krisis iklim. Investasi tersebut dimaksudkan untuk menyelamatkan jutaan orang dari bencana dan wabah penyakit, khususnya di negara-negara dengan perekonomian lemah. IMF menyebut krisis iklim adalah eksternalitas global yang mampu menggoyahkan stabilitas ekonomi banyak negara.


Swiss Re, sebuah lembaga asuransi global di Swiss, melakukan simulasi kehilangan ekonomi akibat kenaikan suhu global. Kenaikan suhu di kisaran 1,5-2 derajat celsius ternyata mampu menekan ekonomi hingga minus 4,2 persen di seluruh dunia. Apabila mencapai 2 derajat Celsius maka penurunan ekonomi melonjak hingga negatif 11 persen. Mirisnya, dari semua wilayah di dunia, Asia diestimasi sebagai kawasan yang terdampak paling besar, yaitu hingga minus 17 persen.

Proyeksi kerugian ekonomi akibat krisis iklim di masa mendatang menjadi momentum untuk koreksi arah sistem keuangan global, khususnya pendanaan aksi iklim. Salah satu skema pendanaan aksi iklim adalah dana loss and damage yang disepakati pada COP 27 tahun 2022 di Mesir. Skema dana tersebut bertujuan untuk meningkatkan upaya mitigasi yang bersifat mencegah, meminimalisasi, dan mengatasi dampak negatif secara signifikan.

Dengan kian besarnya risiko yang ditimbulkan krisis iklim di masa depan, tantangan negara-negara dunia akan semakin berat. Oleh karena itu, perencanaan pendanaan iklim di level nasional dan global harus tuntas dan menyasar ke seluruh sektor pembangunan dan perekonomian. Dengan alokasi dana yang memadai akan tercipta langkah mitigasi yang optimal.

Suhu terpanas yang kembali memecahkan rekornya di dunia pada Juli 2023 ini seyogianya menjadi refleksi seluruh umat manusia. Aksi-aksi mitigasi iklim yang radikal harus dilakukan mulai dari level masyarakat hingga tingkatan negara. Pertarungan dalam mereduksi emisi karbon ini harus berhasil dimenangi oleh segenap warga dunia demi menjamin keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.


 

Halaman:

Tags

Terkini