Cerpen : Tangisan Dalam Diam
Oleh : Maria Dei Flora ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Idenusantara.com-
Aku mengikuti alur perjalanan hidupku yang dipenuhi dengan bumbu-bumbu luka. Aku terjatuh dalam keadaan yang begitu menyakitkan hingga untuk menikmati hidup terasa sangat sulit.
Aku lemah dan aku merupakan sosok wanita yang membutuhkan kasih sayang yang sesungguhnya. Aku merasa asing akan dunia yang begitu dekat dan terasa hampa bila bersama. Aku melihat kembali ke duniaku yang begitu jauh, dunia yang seakan mengkhianatiku untuk kesekian kalinya.
Baca Juga: PUISI : Suara
Air mata yang aku tumpahkan tidak berarti di mata mereka seolah-olah itu hanya bualan semata dalam arti mencari perhatian. Hatiku sakit seakan ditusuk banyak ribuan panah beracun yang menancap begitu dalam dan terasa sangat menyakitkan untuk diterima oleh kenyataan yang sesungguhnya.
Aku mengingat kembali semua kepingan-kepingan masa itu, kepingan kaca yang masih membekas dalam ingatan dan sulit untuk dilupakan. Aku mengingat kembali di tempat itu aku disiksa oleh perkataan yang membuat kinerja mentalku menjadi rusak.
Baca Juga: PUISI : Sepucuk Surat Ibu Dari Kampung
Kata-kata yang dilontarkan begitu kejam seakan itu adalah peluru yang menancap ke jantung, dan aku sulit bernafas. Tidak terasa air mataku dengan sangat mudah jatuh dan membasahi wajahku yang kusut. Aku menangis kesekian kalinya dan aku rapuh, pertahananku hancur kala mengingat masa itu.
Aku duduk disudut tembok yang gelap dan mulai menagis dibawah suara hujan yang begitu deras dan aku memukul tembok menyalurkan rasa sakit hatiku. Aku membuka kembali topeng yang selama ini aku pakai dan itu merupakan topeng penyamaranku dalam menjelajahi dunia yang penuh penghianatan.
Baca Juga: Wagub JNS Ajak IMI NTT Jalin Kolaborasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Malangnya aku selalu bersimpuh dan meminta restu tetapi alam seakan tuli dan hanya memandangku sebelah mata. Sejak saat itu, aku menatap mereka dengan tatapan datar tanpa adanya cinta.
Baca Juga: PUISI : Bercerita
Maria Dei Flora