" Kalau begitu, sama Nana " ( Dia melebarkan senyumnya.)
" Suka kopi pahit biasanya laki-laki romantis yang suka bikin puisi, lagu, pantun pun kalau tidak salah menyukai aku " ( Dia mengeluarkan kata-kata yang mengenai batas pikiranku.)
" Hahaha... Iya Enu, tahu aja."
( Ketika sedang asiknya kami berbincang, tiba-tiba seorang perempuan dengan wajah yang anggun, dengan potongan rambut sebahu, pun bibir merah merona. Datang dan mengasih selembar undangan ke saya. )
" Besok ada acara apa Nana? "
" Tidak ada acara Enu " Jawabku dengan suara yang bergetar.
" Saya ada undangan seminar lukisan, ini undanganya datang ya Nana... Saya tunggu disana " Sahutnya.
"Kenapa saya? Ini perkenalan yang sangat aneh. Tidak tahu siapa Enu yang tiba-tiba kasih undangan tadi "
"Ahhhh..Tidak penting siapa saya Nana, yang penting besok Nana datang" . ( Tidak sempat saya melayangkan pertanyaan yang lain, dia pun langsung pamit dan pergi meninggalan aku, undangan dan seribu bayangan karena keanggunannya ).
Ju, ( tiba-tiba aku mendengar suara dari arah belakangku. Suara itu pun tidak terdengar jelas karena aku yang telah terbuai oleh perempuan yang mengasih undangan tadi.)
" Apa tadi aku mimpi ? " ( Biarlah besok masih bisa bertemu denganya dan melayangkan pertanyaan yang lain selain seminar lukisan " ucap pada diri sendiri.
( Cerita ini bukan cerita nyata, tapi ini adalah hasil hayalan penulis ).**
Js