Puisi : Untukmu Ibundaku
Ibundaku tercinta.
Engkau senantiasa menuntun jejak langkah.
Menguatkanku ketika sedang menyerah.
Mengobatiku saat sedang kecewa.
Engkaulah sosok yang kuat.
Sekalipun engkau tak pernah mengeluh.
Bahkan engkau berpura-pura semangat.
Tetapi seutuhnya sudah rapuh untuk mengasah.
Setiap kali aku jatuh dalam keadaan tertekan.
Engkau selalu hadir untuk menahan air mata.
Ketika aku mencapai puncak kesuksesan.
Engkau selalu bersyukur kepada Tuhan pencipta.
Ibunda..
Aku berjanji di atas semesta.
Berusaha sekuat tenaga.
Untuk membahagiakanmu sepanjang usia.
Terima kasih.
Untuk setiap doa dan harapanmu.
Terima kasih.
Telah mengajarkanku.
Oleh : Aventus Purnama Dep ( Mahasiswa Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNIKA St. Paulus Ruteng )