Rasa Tanpa Kata, Karya P. Kami
Cerita tak pudar, kisah tak lupa. Raga jadi saksi, nafas eluh dalam bisu. Torehan, polesan membekas tanpa suara.
Gelorah titah mengoyak asa. Nafas melemas, tangan memerah, dada bergetar.
Terdiam mengangah penuh tanya, alunan melodi liku lara tak dapat menjawab.
Panorama tertatah untuk dunia mengaca.
Piluh penuh daya. Ada tanya, cara merenggut asa.
Tatih, empus, gerus, lesuh... Lelucon menghembus, menembus pelukan kalbu. Titah, tituh, tetoh... cara asa keburu rasa.
Ah, dunia mengaca, menghembus satire akal.
Harus ada tata jala, dalam bara membara. Satire demi satire alunan melodi memudar. Denyut asa membagi kata, habis cara dunia kaca.
Inikah dunia penuh drama? Lisan banyak cara. letih membius, nadi membisu. Melatih asa tanpa kata dalam dunia kaca. asa untuk rasa, kaca untuk kata, pinta pada kuasa. dunia tetap sama walau ada letih dalam dada. (Patris kami, 16 Des 2022)*