Ruteng, Idenusantara.com – Dramatis, Purnama Woang FC sukses menyegel status sebagai raja baru Turnamen Sepakbola Golo Tutung Asisi (GTA) Cup Season 3 setelah mengkandaskan perlawanan sengit dari Ramayana FC (Kabupaten Manggarai Timur) lewat drama adu penalti.
Dalam laga final yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Karot, Kecamatan Langke Rembong, pada Minggu (12/10/2025) sore, tim perwakilan Kabupaten Manggarai ini tampil superior meski harus melalui perjuangan hingga titik akhir setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Disaksikan ribuan penonton yang memadati lapangan Karot, partai final ini berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit kick off dibunyikan.
Bermain all-out, Purnama Woang FC tampil lebih prima dan solid di babak pertama. Eksekusi penalti Rian Reme dan Eus berhasil membawa Purnama unggul dua gol. Keunggulan ini bertahan hingga babak pertama berakhir.
Meski sempat diguyur hujan, drama tersaji di babak yang kedua. Ramayana FC meningkatkan intensitas serangan dan menekan pertahanan Purnama. Upaya ini membuahkan hasil melalui gol balasan yang tercipta.
Come back mencapai puncaknya menjelang menit akhir babak kedua, ketika Andris Kapang muncul sebagai pahlawan Ramayana dengan mencetak gol penyama kedudukan, mengubah skor menjadi 2-2.
Gol dramatis ini seketika membangkitkan euforia pendukung Ramayana dan memaksakan pertandingan berlanjut ke babak extra time.
Di babak perpanjangan waktu, tidak ada perubahan skor, gelar juara harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan yang menegangkan ini, Purnama Woang FC berhasil menunjukkan ketenangan yang lebih baik, mengunci kemenangan dan mengukuhkan diri sebagai raja baru GTA Cup.
Kemenangan ini disambut haru oleh official dan para pendukung. Rian Agun, pemain bertahan Purnama Woang FC, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan timnya.
Ia menilai, gelar raja baru GTA Cup ini merupakan buah dari konsentrasi dan kerja keras para pemain yang telah menunjukkan mental juara yang luar biasa sepanjang turnamen, terutama saat adu penalti.
“Apresiasi untuk para pemain, official dan para pendukung. Gelar juara ini kami persembahkan untuk para pendukung setia yang selalu hadir menambah semangat pemain,” ujar Rian.
Sementara itu, Pastor Paroki Karot, Pater Bonevantura Y. Lelo, OFM dalam sambutannya saat penobatan juara, menekankan nilai moral dan sosial yang jauh lebih penting dari hasil akhir pertandingan.
Pater Bovan memandang, Lapangan Karot bukan hanya arena kompetisi fisik, tetapi juga wadah pembinaan mental dan karakter.