Idenusantara.com-Ada enam pemain Timnas Indonesia yang merumput di Eropa dan Amerika akhirnya tiba di Jeddah, Arab Saudi, jelang laga hidup mati pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Diantaranya yakni Jay Izes, Nathan Coaon, Justin Hubner, Mauro Zilstra, Kevin Dick, dan Martin Paes. Kedatangan mereka melengkapi skuad Garuda yang kini berjumlah 29 pemain dan siap menjalani pemusatan latihan penuh di Jeddah.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert menegaskan bahwa dengan kehadiran seluruh pemain membuat dirinya punya banyak opsi dalam menentukan formasi terbaik menghadapi dua laga penting melawan Arab Saudi dan Irak.
“Kehadiran para pemain dari luar negeri membuat keseimbangan tim makin kuat. Kami bisa menyesuaikan formasi sesuai karakter lawan,” ujar Kluivert dalam keterangan resminya.
Walau datang sebagai tim yang tidak diunggulkan dalam dua laga kedepan, mamun Timnas Indonesia tetap optimistis bisa mencuri poin. Laga di Arab Saudi akan menjadi ujian berat, mengingat atmosfer stadion dan tekanan publik tuan rumah. Banyak pengamat menilai, jika skuad Garuda mampu meraih satu poin saja, itu sudah merupakan hasil luar biasa.
Tapi bagi para pemain Timnas Indonesia, anggapan itu justru menjadi motivasi tambahan. Mereka bertekad membuktikan bahwa Indonesia tidak sekadar pelengkap di fase ini.
“Kami tahu kami underdog, tapi justru itu yang membuat kami bersemangat. Tidak ada yang mustahil di sepak bola,” kata Jay Izes, Kapten Timnas yang juga merupakan salah satu pemain muda yang kini menjadi sorotan publik.
Sumardji, selaku Manajer Timnas Indonesia menilai status tidak diunggulkan bukan masalah. Justru hal itu menjadi pemicu semangat para pemain untuk tampil maksimal.
“Silakan saja kalau orang lain tidak menjagokan kami. Itu malah jadi pemantik untuk berbuat lebih baik, bekerja keras, dan berjuang demi bangsa dan negara,” tuturnya.
Baca Juga: Meneguhkan Jati Diri Bangsa Melalui Inklusi Sosial Masyarakat Adat
Lebih lanjut Sumardji menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki tekad yang sama yakni membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Ia menyebut laga kontra Arab Saudi dan Irak sebagai “pertarungan hidup mati” bagi sepak bola Indonesia.
“Kami ingin memenangkan pertarungan itu. Kami bertekad penuh semangat untuk mengharumkan nama bangsa,” tegasnya.
Menengok statistik baik di atas kertas maupun di lapangan, kekuatan Arab Saudi dan Irak, mengingatkan bahwa peluang Timnas Indonesia memang tergolong kecil. Namun, dalam sepak bola, semua kemungkinan bisa terjadi. Bola bundar, dan segala hasil bisa berubah hanya dalam hitungan detik.