"Skuad ini dipenuhi oleh pemain-pemain terbaik di dunia, dan saya tidak sabar untuk bertemu dengan mereka dan bermain bersama mereka."
"Tentu saja Pep Guardiola adalah salah satu pelatih terhebat yang pernah ada dan saya sangat bersemangat untuk belajar darinya dan meningkatkan permainan saya lebih jauh lagi."
"Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga saya untuk bergabung dengan klub hebat seperti Manchester City dan saya lebih dari siap untuk tantangan ini," ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Pongkor! Sepenggal Sejarah yang Terlupakan
Sebagai seorang bek muda yang cepat dan kuat, Abdukodir Khusanov dengan cepat naik daun menjadi salah satu bek muda terbaik Liga Prancis setelah hanya 31 kali tampil di Lens.
Memiliki tinggi badan ideal, Khusanov siap untuk bertahan dengan fisiknya yang membuatnya efektif dalam duel individu melawan beberapa striker terbaik yang bermain di Prancis.
Pengambilan keputusan dan permainan posisinya serta ketepatan waktunya membuat para pemandu bakat dari seluruh dunia memerhatikan potensinya.
Khusanov sangat dominan menggunakan kaki kanan, ia dapat bermain di kedua sisi sebagai bek tengah dan juga sama efektifnya saat bermain di tiga bek, yang sering digunakan Manchester City saat menyerang dengan bek sayap yang bergerak ke lini tengah.
Baca Juga: Polda NTT Mendukung Terhadap Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025.
Dan seperti semua pemain bertahan yang dimiliki Pep Guardiola, ia sangat rileks saat menguasai bola dan akan cocok dengan gaya permainan The Citizens yang mengandalkan penguasaan bola.
Nama Abdukodir Khusanov sendiri tidak asing lagi bagi kalangan pencinta sepak bola di Indonesia.Pemilik 18 caps Uzbekistan tersebut menjadi salah satu tokoh antagonis bagi Timnas Indonesia.
Publik tentu masih ingat saat Uzbekistan dan Indonesia saling jumpa di semifinal Piala Asia U-23.Skuad Garuda harus mengakui keunggulan Uzbekistan 2-0 lewat Khusayin Norchaev dan gol bunuh diri Pratama Arhan.