IdeNusantara.com-Boaz Solossa bakal dikenang sebagai salah satu penyerang legendaris Indonesia. Karirnya di Persipura Jayapura tidak perlu diragukan lagi. Boaz Solossa juga punya jejak yang heroik bersama Timnas Indonesia.
Kualitas Boaz Solossa dalam mengolah bola dan mencetak gol sudah terlihat sejak muda. Pemain yang akrab disapa Bochi itu mampu menjelma menjadi penyerang menakutkan di lini depan Persipura.
Baca Juga: Profil Singkat Gerald Vanenburg Pelatih Baru Timnas Indonesia U 23
Sejarah mencatat, Boaz berhasil meraih tiga gelar individu sebagai pemain paling banyak mencetak gol di liga. Pencapaian itu didapatnya pada edisi 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.
Boaz berhasil mencetak lebih dari 20 gol dalam masing-masing musim tersebut. Ketajaman yang dimiliki Boaz sejalan dengan prestasi Persipura.
Tiga kali Boaz meraih prestasi top scorer liga, sebanyak itu pula Persipura meraih gelar. Sejauh ini belum lagi ada pemain Indonesia yang mampu menyamai, bahkan mendekati prestasi yang telah diraih Boaz Solossa.
Di level Timnas Indonesia Boaz juga sosok kharismatik. Mencuat sebagai wonderkid pada Piala AFF edisi 2004, karier sang striker di Tim Garuda amat panjang hingga belasan tahun.
Terakhir ia unjuk produktivitas di Timnas Indonesia saat mengarungi persaingan keras Piala AFF 2016. Sesuatu yang sudah Boaz tidak lakukan beberapa tahun terakhir.
Boaz jadi pemain produktif di Tim Merah-Putih dengan koleksi empat gol, yang diciptakan saat duel melawan Thailand (skor akhir 2-4) dan Filipina (2-2) di penyisihan serta dua gol lagi di semifinal (Vs Vietnam) dan final (Vs Thailand). Sebelumya di empat laga uji coba pemain asal klub Persipura Jayapura tersebut sudah menyumbang tiga gol bagi tim asuhan Alfred Riedl.
Sayang, walau tampil trengginas Boaz gagal membawa Timnas Indonesia menjadi jawara Piala AFF 2016. Terlepas dari hal itu pencapaiannya disaluti publik sepak bola nasional.
Baca Juga: Bertahun-tahun Anaknya Sakit Lumpuh, Seorang Janda Tua di Elar-Manggarai Timur Rela Kerja Serabutan
Sejak mentas kali pertama di Piala AFF 2004, Boaz Solossa digadang-gadang bakal jadi pemain depan timnas top melebihi seniornya macam Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, atau Budi Sudarsono.