Idenusantara.com- Shin Tae-yong (STY) lahir pada 11 Oktober 1970 di Yeongdeok, Korea Selatan. Ia menikah dengan Cha Young-ju dan dikaruniai dua anak, yaitu Shin Jae-won dan Shin Jae-hyeok. STY muda menamatkan pendidikan di Universitas Yeungnam.
Sebelum menjadi pelatih, STY adalah seorang pemain sepakbola profesional yang berprestasi. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai gelandang serang di klub K-League, Seongnam Ilhwa Chunma (sekarang Seongnam FC), dari tahun 1992 hingga 2004.
Selama membela Seongnam, STY meraih berbagai gelar, termasuk lima trofi K-League dan satu gelar Liga Champions Asia pada tahun 1995. Kemampuannya sebagai gelandang yang kreatif dan pekerja keras membuatnya dijuluki "Fox of the Ground" atau "Rubah di Lapangan".
Di level internasional, Shin Tae-yong juga memperkuat Timnas Korea Selatan dengan mencatatkan 23 caps dan 3 gol selama kariernya. Ia menjadi bagian dari skuad Korea Selatan di Piala Asia AFC 1996.
Dia adalah salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah K-League, bahkan masuk dalam daftar K-League 30th Anniversary Best XI pada 2013. Namun, karier gemilangnya harus berakhir lebih cepat pada tahun 2005 akibat cedera pergelangan kaki yang terus membebani.
Baca Juga: Polres Matim Pastikan Keamanan Kunjungan Menkes, Pengamanan Terbuka dan Tertutup Disiapkan
Meski pensiun sebagai pemain, ia tetap berkecimpung di dunia sepakbola dengan menerima peran sebagai asisten pelatih di klub terakhirnya. Bersama Miron Bleiberg, ia memberikan kontribusi besar melalui keahlian tekniknya yang luar biasa.
Karier kepelatihannya dimulai di Seongnam Ilhwa Chunma, di mana ia berhasil membawa klub tersebut meraih gelar Liga Champions Asia pada 2010. Prestasi ini menjadikannya salah satu pelatih termuda yang meraih gelar bergengsi tersebut.
Baca Juga: Mgr. Agustinus Sebut Diaspora Manggarai Jadi Ujung Tombak Pewartaan Injil di Surabaya
STY kemudian bergabung dengan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dan memegang berbagai posisi penting, termasuk sebagai pelatih Timnas U-23, Timnas U-20, dan Timnas Senior Korea Selatan.
Puncak karier kepelatihannya adalah ketika ia memimpin Korea Selatan di Piala Dunia 2018 di Rusia. Meski tersingkir di fase grup, tim asuhannya mencatatkan kemenangan bersejarah 2-0 melawan juara bertahan Jerman.
Baca Juga: Bambang Soesatyo Mendukung Penuh Presiden Prabowo Dorong TNI-Polri Perkuat Ketahanan Nasional
STY dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan detail. Ia menekankan pentingnya fisik yang prima, taktik yang matang, dan mental juara. Filosofinya adalah menciptakan tim yang solid dengan permainan cepat dan terorganisasi yang cocok dengan karakteristik pemain Indonesia.
Dilansir dari transfermarkt.co.id, STY memiliki lisensi kepelatihan Lisensi Pro Kontinental. STY mengawali karier sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Desember 2019. Ia menjadi pelatih Timnas U19 mulai 8 Januari 2020 hingga 31 Dessember 2023.