Idenusantara.com – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor melakukan pemantauan ketat terhadap ketersediaan dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil menyusul adanya penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamina Dex yang memicu perhatian publik.
Pada Selasa (21/4/2026) pagi, Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P., turun langsung memimpin personilnya menyisir SPBU 54.865.04 Lembor. Patroli ini bertujuan memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memantau distribusi bahan bakar agar tetap sasaran.
"Langkah preventif ini diambil untuk meminimalisasi kriminalitas, penimbunan, dan premanisme pasca-perubahan harga yang berlaku sejak Sabtu (18/4) lalu," kata Kapolsek Lembor di sela-sela kegiatannya.
Kondisi Stok dan Antrean Kendaraan
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 10.00 Wita, petugas mencatat adanya antrean kendaraan roda enam (R6) di area pengisian. Setelah dikonfirmasi, antrean tersebut terjadi akibat kekosongan stok Biosolar pada hari sebelumnya.
"Memang sempat terjadi antrean kendaraan besar di depan SPBU. Berdasarkan keterangan pengelola, stok Biosolar sempat kosong pada Senin kemarin, dan baru masuk kembali pagi ini, sehingga terjadi penumpukan kendaraan yang ingin melakukan pengisian," ujar IPDA Vinsen.
Meski terjadi antrean, Kapolsek Lembor memastikan situasi tetap terkendali. Berikut adalah rincian ketersediaan stok BBM di SPBU Lembor per 21 April 2026 yakni Pertalite: Stok tersedia 16 KL dengan harga Rp10.000/liter, Pertamax: Stok tersedia 5 KL dengan harga Rp12.600/liter, Biosolar B40: Stok tersedia 8 KL dengan harga Rp6.800/liter dan Pertamina Dex: Stok tersedia 8 KL dengan harga baru Rp24.450/liter.
"Kabar baik yang perlu dipahami masyarakat adalah penyesuaian harga hanya terjadi pada lini produk BBM non-subsidi kelas atas seperti Pertamina Dex. Sedangkan untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, serta Pertamax 92, harga tetap stabil di angka lama," paparnya.
Reaksi Masyarakat Terkait Kenaikan Harga
Terkait kenaikan harga Pertamina Dex yang cukup signifikan, pihak kepolisian belum menemukan adanya riwayat aksi protes atau pergolakan dari aliansi masyarakat di Kecamatan Lembor.
"Sejauh ini, situasi pasca kenaikan harga Pertamina Dex masih kondusif. Belum ada tanda-tanda aksi massa atau penolakan yang mengganggu ketertiban. Namun, kami tetap waspada dan terus melakukan koordinasi dengan pihak SPBU," sebut Kapolsek.
Komitmen Kamtibmas
Patroli yang berakhir pada pukul 11.20 Wita ini ditutup dengan imbauan kepada pengelola SPBU agar tetap memberikan pelayanan yang transparan kepada masyarakat.
IPDA Vinsensius menegaskan bahwa patroli rutin akan terus dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan maupun potensi konflik di area publik.