Manggarai Timur - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga Yohanes Ardi, korban kebakaran yang menghanguskan rumah mereka di Lento, RT 001 RW 002, Dusun Lento, Desa Lento, Kecamatan Lamba Leda Selatan, pada kamis, 16 Januari 2025, pukul 21.30 WITA.
Bantuan yang diberikan berupa Family kit, uang tunai dan pakayan layak guna sebagai bentuk dukungan untuk meringankan beban mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Dewan pembina PMI Kabupaten Manggarai Timur.
Dewan pembina PMI Kabupaten Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H, M.Hum menyatakan, seharusnya bantuan ini diserahkan langsung Ny. Theresia Wisang. Namun karena ada tugas mendadak maka kami dari Dewan Pembina bersama staf PMI ditugaskan mengantarnya langsung.
Dewan pembina PMI Manggarai Timur Agas Andreas juga menjelaskan, kalau penanggulangan bencana menjadi salah satu tugas pemerintah. Kami menyadari beban tugas tersebut tidak bisa dipikul sendiri.
"PMI sebagai mitra pemerintah merasa terpanggil turun tangan, terutama setelah musibah kebakaran pada tanggal 16 januari 2025 kemarin. Ketua PMI Ny. Theresia berpesan PMI datang bukan ingin melihat penderitaan korban bencana. Tapi memeberikan sedikit rasa cinta, " Ujarnya
Sementata itu Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Timur Ny. Theresia Wisang Agas yang diwawancarai media ini via WhtsApp, mengatakan, sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, PMI Kabupaten Manggarai Timur selalu siap siaga dalam memberikan bantuan kepada korban bencana, termasuk kebakaran.
Lebih lanjut ketua PMI Manggarai Timur, menjelaskan kalau penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian PMI terhadap sesama dan upaya untuk meringankan penderitaan korban.
"Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Yohanes Ardi menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam Api dan listrik. Selain itu, kejadian ini juga mengajak kita untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu meringankan beban korban bencana, "Ujarnya
Terpisah Kepala Desa Lento, Rian M. Nggabuk, saat dikonfirmasi media ini membenarkan informasi kebakaran rumah milik korban Yohanes Ardi tersebut. Ia menerangkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 21.30 Wita malam.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Sementara korban Yohanes Ardi menderita kerugian material sekitar puluhan juta rupiah.
Kronologi Kejadian
Rian juga menerangkan, saat kebakaran awal, korban Yohanes Ardi sedang berada rumah tetangga, sementara istri dan satu anaknya sedang tidur.