Puluhan Ekor Babi Mati di Elar-Manggarai Timur, Pemda Matim di Minta Segera Tanggapi

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 07:30 WIB
Ternak babi milik seorang warga Desa Rana Gapang yang mati (Foto: Ejhi Serlenso)
Ternak babi milik seorang warga Desa Rana Gapang yang mati (Foto: Ejhi Serlenso)

Melkior Wene mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk meneruskan ini kepada Dinas terkait agar segera menanggulangi penyakit tersebut.

"Kami akan berusaha menghubungi Dinas terkait agar mendapatkan solusinya, agar kedepannya wabah ini tak menyebar dan tidak merugikan para peternak babi lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Bukti Dukungan Kuat Untuk NTT Dari Jakarta, Sejumlah Menteri Prabowo-Gibran Hadiri Acara Sertijab Gubernur

Dirinya berharap pihak pemerintah daerah Manggarai Timur dalam hal ini dinas terkait akan sesegera mungkin berupaya untuk penanggulangan dan pencegahan kasus serupa di masa mendatang, misalkan dengan memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak setempat. Meliputi manajemen pemeliharaan ternak yang baik dan benar, serta pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak.

Seperti diketahui ASF merupakan penyakit virus yang sangat menular dan mematikan yang menyerang ternak babi. Penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak karena tingkat kematiannya yang tinggi.

 

 

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X