"Kami bertahan hidup dengan kerja serabutan lain yang bisa dikerjakan untuk isi waktu shift-kerja. Nyambi jadi sopir, karyawan usaha cuci kendaraaan, jual oriflame, konten creator, tulis buku, jual sopi, berkebun, beternak hewan dan lain-lain"
Ironisnya, PMI Manggarai Timur yang bergerak di bidang kemanusiaan tidak pernah mendapat perhatian serius dari DPRD Manggarai Timur, terutama dalam pembahasan besaran hibah.
Baca Juga: PMI Kabupaten Manggarai Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Lento
Di sisi lain, menurut Alfred, anggota DPRD dengan gaji puluhan juta tiap bulannya malah mempersoalkan hibah kecil ke organisasi kemanusiaan dengan gaji ratusan ribu"
Selain itu, lanjut Alfred, pegawai PMI tidak mampu membiayai hidup dengan gajinya
"Dengan gaji sebesar itu, tidak ada staf yang bisa bayar kost. Terpaksa harus nebeng di keluarga atau orang tua"
"Jadi menurut saya, sebagai anggota DPR Rikar Runggat harusnya malu, kami masih bertahan dalam kerja kemanusiaam dengan anggaran kecil. Sedangkan dia dengan gaji puluhan juta, sudah ada prestasi apa?" tutup Alfred.
Artikel Terkait
Aksi Kemanusiaan Sambut HUT; Polwan Polres Ende Gandeng PMI Gelar Donor Darah
Wagub JNS Berharap PMI Terus Tingkatkan Mutu Pelayanan
PMI Kabupaten Manggarai Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Lento