Tempuh Ratusan Kilo dan Lewati Jalan Rusak Bripka Hery Kunjungi Kristiforus di Elar Selatan

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Sabtu, 26 April 2025 | 11:00 WIB
Bripka Hery Tena saat menemui Bapak Kristoforus di Elar Selatan (Foto: Ejhi Serlenso-Idenusantara.com)
Bripka Hery Tena saat menemui Bapak Kristoforus di Elar Selatan (Foto: Ejhi Serlenso-Idenusantara.com)

Idenusantara.com-Kepedulian seorang anggota Polisi yang bernama Bripka Hery Tena terus berlanjut dan tanpa batas.Bripka Hery yang saat ini bertugas di Polres Manggarai Timur kembali melakukan aksi giat sosialnya.Selain menjadi seorang APH, ia juga kerapmembantu masyarakat manggarai timur yang membutuhkan uluran kasih hingga kepelosok desa.Bagi warga manggarai timur ia dijuluki sebagai "Polisi Dermawan".

Kali ini Bripka Hery bergegas ke Elar Selatan untuk menemui pasien yang ia dapatkan informasi dari kerabatnya.Tempuh perjalanan ratusan kilo dan waktu tempuh dari Borong ibukota kabupaten manggarai timur yakni 4 jam, namun karna kepeduliannya pada sesama ia rela menahan rasa cape saat melintasi jalan rusak menuju Elar Selatan.

Baca Juga: Peti Jenazah Paus Fransiskus Telah Disegel dan Dimakamkan Hari Ini

" Sudah jauh, banyak jalan rusak lagi menuju Elar Selatan ini. Cape iya, terasa sekali. Namun ini semua karna niat tulus saya mau menemui Bapak Kristoforus.Ketika saya sudah menemui bapak Kristoforus semua rasa lelah serasa hilang seketika. Kiranya saya bisa membantu semampu saya," tutur Bripka Hery.

Bapak Kristoforus Jolo asal Elar Selatan
Bapak Kristoforus Jolo asal Elar Selatan

Pada Jumat, 25 April 2025 tepat Pukul. 21.20 Wita Bripka Hery tiba di di Kediaman Bapak Kristoforus Jolo di Cabang Lima, Desa Gising, Kecamatan Elar Selatan. Kristoforus Jolo (71) diketahui telah menderita sakit mata sudah bertahun-tahun lamanya.

Kepada media ini Kristoforus menuturkan bahwa ia menderita sakit pembengkakan pada mata kiri sudah bertahun-tahun lamanya.Pembesaran pada mata kiri berawal dari luka saat ditusuk kayu saat bekerja di kebun belasan tahun lalu, pengobatan saat ini dilakulan secara tradisional dan berobat jalan di Puskesmas terdekat.

" Mata kiri saya sudah lama bengkak. Awalnya muncul karena luka ditusuk kayu. Saya dan keluarga sudah berusaha untuk berobat ke puskesmas terdekat dan pengobatan secara tradisional, Pak, "ungkapnya.

Baca Juga: Siap Didefenitifkan Pemprov NTT Ajukan Usulan 400 Desa Persiapan

Keadaan ekonomi dan kerbatasan biaya membuat Bapak Kristoforus tidak bisa mengakses fasilitas pelayanan kesehatan yang lengkap.Bapak Kristoforus saat ini berharap perhatian semua pihak agar sakit yang diderita bisa segera sembuh.

" Saya ingin mata saya sembuh dan berobat di fasilitas kesehatan yang memadai, namun karena terhimpit keadaan ekonomi yang tak mampu dari segi pembiayaan terpaksa mimpi untuk sembuh serasa hanyalah harapan yang sia-sia. Saya hanya pasrah pada kenyataan. Kiranya ada orang baik yang mengasihani saya," ucapnya dengan nada penuh haru.

Bripka Hery saat mengobrol dengan Bapak Kristoforus
Bripka Hery saat mengobrol dengan Bapak Kristoforus

Akibat sakit mata Kristoforus tak mampu melihat secara normal, untuk beraktifitas di kebun saja sudah sangat sulit.Ia mengaku tak memiliki biaya yang cukup untuk berobat ke rumah sakit yang super lengkap.Keadaan Bapak Kristoforus Jolo saat ini membutuhkan penanganan medis di fasilitas pelayanan kesehatan yang lengkap dikarenakan kondisi mata yang kian membesar.Namun semuanya butuh pembiayaan yang lumayan besar.

"Uang tidak punya untuk berobat ke rumah sakit yang elit. Untuk beli beras saja saya kadang pinjam ke keluarga," ucap Kristoforus dengan mata berkaca-kaca.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X