idenusantara.com -- Mojokencot, sebuah kampung yang terletak di Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu kampung tersepih yang ada di Indonesia. Disebut sebagai kampung paling sepi di Indonesia, mojokencot hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih menetap di sana.
Dilansir dari GNFI, kampung ini awalnya bernama Desa Tampingrejo. Namun, nama tersebut kemudian diganti menjadi Mojokencot setelah sebagian besar penduduknya memilih pindah dan meninggalkan kampung ini dalam kesunyian.
Khalil, salah satu warga yang tersisa, menjelaskan bahwa gelombang perpindahan warga dimulai pada tahun 1971. Salah satu alasan utama mereka pergi adalah karena akses kampung yang sulit dijangkau. Lokasinya yang tersembunyi dan keberadaan Sungai Judek yang membelah kampung membuatnya makin terisolasi, apalagi tidak ada jembatan permanen yang menghubungkan kampung tersebut.
Saat ini, warga hanya mengandalkan jembatan bambu sederhana sebagai akses utama. Namun, jembatan itu sudah dalam kondisi memprihatinkan dan goyah.
Kholik, salah satu warga Mojokencot, berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki akses ke kampungnya. Ia mengusulkan agar jembatan tersebut dibangun dengan kerangka besi yang kuat dan tahan lama.
“Mohon pemerintah membantu besi untuk kerangka jembatan. Panjangnya 17 meter dengan ketinggian 19 meter. Sekarang kondisinya sudah goyang,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tak keberatan jika jembatan hanya cukup untuk dilewati sepeda motor, karena sebagian besar penduduk sudah meninggalkan kampung itu.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menyatakan bahwa pihaknya akan segera merespons keluhan warga Mojokencot. Tahap awal yang akan dilakukan adalah asesmen terhadap kondisi jembatan dan akses di kampung tersebut.
“Tentunya kami harus cek lokasi dulu terkait kondisinya, seberapa dampaknya terhadap masyarakat, dan status asetnya. Semua itu harus kami evaluasi sebelum mengambil langkah berikutnya,” jelas Ikfina.
Keberadaan Mojokencot sebagai kampung yang hampir ditinggalkan sepenuhnya menunjukkan pentingnya akses infrastruktur yang memadai dalam mendukung kehidupan masyarakat di daerah terpencil.
Artikel Terkait
Berkualitas Buruk, KPK Diminta Lidik proyek Jalan Labuan Bajo-Malawatar-Kota Ruteng senilai Rp 125 Miliar yang Dikerja PT Akas
KPK RI Jawab Desakan Publik yang Minta Periksa PT AKAS Pada Proyek Senialai Rp125.7 Miliar di Labuan Bajo-Ruteng