Ruteng, Idenusantara.com – Di bawah naungan langit biru kota Ruteng yang cerah, sebuah napas baru berembus di lapangan SMPN 2 Langke Rembong, pada Rabu (16/7/2025).
Bukan sekadar gemuruh riang anak-anak yang memecah kesunyian, melainkan gelora semangat dan inisiatif besar dari Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).
Sebagai bagian dari organisasi global yang telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi yayasan nasional pada 2017, Plan Indonesia memiliki misi utama untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan.
Berangkat dari misi tersebut, kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Program Girls Football 3.0 secara resmi diluncurkan.
Bukan sekadar ajang olahraga; program ini adalah panggung bagi para gadis muda Manggarai untuk meraih harapan masa depan yang cerah sekaligus menghapus batasan diskriminasi gender yang masih kerap mereka hadapi.
Melalui semangat sepak bola, pesan kesetaraan kini digemakan di seluruh pelosok Bumi Manggarai, menegaskan bahwa setiap anak berhak atas impian dan kesempatan yang sama dalam setiap sendi kehidupan.
Visi Plan Indonesia: Sepak Bola sebagai Wadah Perjuangan Hak dan Kepemimpinan Perempuan
Di tengah antusiasme yang membuncah, Ida Ngurah, Direktur Program Yayasan Plan Indonesia, menjelaskan filosofi mendalam di balik program inovatif ini.
Sosok perempuan hebat yang akrab disapa Ida ini menyoroti bahwa tujuan program ini melampaui kemampuan mengolah bola semata.
"Perjuangan sepak bola perempuan ini bukan hanya sekadar olahraga. Lebih dari itu, ini adalah perjuangan untuk memastikan hak-hak perempuan," tegasnya, dengan tatapan yang terpancar penuh keyakinan.
Ida lebih lanjut menguraikan, esensi inisiatif ini adalah memperluas akses dan kesempatan yang sering kali terbatas bagi anak perempuan di berbagai bidang, termasuk yang secara tradisional didominasi laki-laki seperti sepak bola.
Ditekankan olehnya, semua kesempatan harus terbuka luas bagi perempuan. Perempuan memiliki hak untuk berani bermimpi dan memimpin. Mimpi dan aspirasi bukan hanya milik laki-laki, melainkan juga milik anak perempuan.
Ida juga menggarisbawahi ambisi besar Yayasan Plan Indonesia untuk menciptakan dunia yang setara bagi anak perempuan maupun anak laki-laki, seraya menyatakan komitmen yayasan untuk terus berinovasi demi mewujudkan kesetaraan ini, selaras dengan fokus utama Plan Indonesia pada perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi remaja, kesehatan remaja, serta respons kemanusiaan dan pembangunan ketahanan.