Senja Keabadian Sang Abdi, Loyalitas Tanpa Batas Sekda Fansi Jahang Mengukir Keteladanan

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 01:04 WIB

Dalam sambutan, Sekda Fansi tak kuasa menahan haru. Dengan suara yang bergetar menahan tangis, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan mengucapkan terima kasih kepada semua kolega.

Momen paling berkesan adalah ketika ia memberikan pesan terakhirnya, yang sekaligus menjadi wujud pengabdian tanpa batas.

"Tugas saya sebagai Sekda telah usai. Namun, tugas kita untuk melayani masyarakat Manggarai harus terus berlanjut," ujarnya sambil menatap para pimpinan perangkat daerah.

Dengan penuh ketulusan, ia meminta semua yang hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada Plh. Sekda yang baru, Lambertus Paput.

"Sebagaimana bapak dan ibu sekalian mendukung saya, tolong dukungan yang sama juga diberikan kepada plh sekda yang baru," pintanya.

Permintaan ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah amanat dari hati yang ingin memastikan roda pemerintahan tetap berjalan harmonis dan stabil.

Ini adalah bukti nyata bahwa loyalitasnya tidak hanya kepada pimpinan, tetapi kepada keberlanjutan dan keutuhan institusi yang telah ia layani.

Setelah acara usai, momen paling mengharukan pun terjadi. Seluruh hadirin, termasuk para laki-laki yang dikenal tegas, berbaris panjang untuk berjabat tangan dengan Sekda Fansi.

Air mata tak terbendung mengalir, menjadi saksi bisu betapa dalamnya rasa hormat dan kehilangan yang mereka rasakan.

Itu adalah bukti nyata bahwa pengaruh Sekda Fansi tidak hanya sebatas di meja birokrasi, tetapi meresap hingga ke lubuk hati setiap insan yang pernah bekerja bersamanya.

Momen purna tugas ini adalah penanda bahwa senja keabadian yang sesungguhnya bukan tentang berakhirnya sebuah jabatan, melainkan tentang terbitnya fajar inspirasi bagi generasi berikutnya.

Kisah Sekda Fansi adalah bukti nyata bahwa pengabdian yang tulus dan loyalitas yang teguh akan selalu dihargai dan dikenang.

Ia telah meninggalkan jejak abadi di tanah Manggarai, sebuah warisan berupa nilai-nilai luhur yang akan terus hidup dan mengalir dalam setiap langkah ASN penerus.

Warisannya adalah sebuah keteladanan yang tak lekang oleh waktu, memandu setiap insan yang ingin mengabdi dengan hati nurani yang bersih dan dedikasi yang tak terganti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Rekomendasi

Terkini

X