Jamin Kebebasan Berpendapat, Bupati Nabit: Komitmen Bersama Bangun Manggarai Lebih Cepat

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Rabu, 3 September 2025 | 02:02 WIB
Bupati Manggarai, Heeybertus G. L. Nabit
Bupati Manggarai, Heeybertus G. L. Nabit

Ruteng, Idenusantara.com – Sebagai respons atas dinamika dan gejolak kebangsaan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama berbagai elemen masyarakat menggelar Doa Damai di Natas Labar Motang Rua pada Selasa (2/9/2025).

Acara ini menjadi momentum bagi Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, untuk menegaskan kembali komitmennya menjamin kebebasan berpendapat sebagai fondasi utama dalam mempercepat pembangunan daerah.

Di hadapan berbagai elemen masyarakat yang hadir, Bupati Nabit tidak hanya berbicara sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan dari publik bukanlah ancaman, melainkan energi positif yang mendorong pemerintah untuk bekerja lebih baik.

"Pemerintah Kabupaten Manggarai tidak pernah memiliki sedikitpun niat untuk membungkam suara kritis masyarakat," tegasnya.

Ribuan masyarakat dari berbagai golongan memadati lapangan Natas Labar Motang Rua dalam acara Doa Damai untuk Indonesia di Kabupaten Manggarai
Ribuan masyarakat dari berbagai golongan memadati lapangan Natas Labar Motang Rua dalam acara Doa Damai untuk Indonesia di Kabupaten Manggarai

Dalam orasi kebangsaannya, Bupati Nabit menyampaikan sebuah metafora yang menunjukkan visi kepemimpinannya.

Negara dan rakyat Ia ibaratkan sebagai "rumah dan penghuni," sementara pemerintah adalah "pengurus rumah" yang bertanggung jawab.

Dijelaskan olehnya, pemerintah hadir untuk memastikan bahwa rumah memberikan keteduhan dan manfaat bagi setiap penghuninya.

Jika ada hal-hal yang belum maksimal dilakukan, ia mengajak semua pihak untuk membicarakannya dengan baik.

"Bahwa dalam perbedaan, kita tetaplah saudara. Bahwa dalam perbedaan yang paling ekstrim sekalipun, kita tetap bagian dari rumah besar Manggarai, rumah besar Indonesia Raya," tegas Bupati Nabit.

Narasi ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan cerminan dari visi misi kepemimpinannya untuk membangun Manggarai yang lebih cepat melalui kolaborasi, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat.

Pembangunan yang dicita-citakan di Manggarai, menurutnya, harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, di mana setiap suara dihargai dan didengar.

"Kita mencintai Indonesia dengan cara-cara yang damai. Mencintai Indonesia, mencintai Manggarai dengan cara yang sederhana yaitu menjaga kedamaian," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Rekomendasi

Terkini

X