Pelatihan Mitigasi Bencana, BPBD Ajak Generasi Muda Manggarai Berbudaya Tangguh Bencana

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Rabu, 17 September 2025 | 23:11 WIB
BPBD Kabupaten Manggarai menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana di SMPN 13 Satar Mese
BPBD Kabupaten Manggarai menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana di SMPN 13 Satar Mese

Ruteng, Idenusantara.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat tangguh bencana dengan menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Bencana di SMPN 13 Satarmese, Kecamatan Satarmese Barat, pada Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program inovatif “Tiba Dia” atau Mitigasi Bencana di Sekolah, yang bertujuan menanamkan budaya sadar bencana sejak dini melalui simulasi interaktif.

Kepala BPBD Manggarai, Stefanus Tawar, menekankan pentingnya peran sekolah sebagai garda terdepan dalam membangun kesiapsiagaan.

Menurutnya, kesadaran bencana harus menjadi budaya yang dimiliki oleh semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak di sekolah.

“Bencana bisa datang kapan saja, tanpa mengenal waktu, tempat, atau siapa yang terdampak. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya. Tidak boleh hanya BPBD atau aparat pemerintah yang tahu cara menghadapi bencana, tetapi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak kita di sekolah,” jelas Stefanus.

Pelatihan yang diikuti oleh 50 siswa serta 10 guru dan pegawai ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis.

BPBD mengajak peserta untuk mempraktikkan langsung simulasi evakuasi bencana, yang dinilai Kepala SMPN 13 Satarmese, Bonifasius Manjur, sebagai bekal yang sangat relevan.

“Kami bukan hanya diberi teori, tetapi juga diajak praktik bagaimana menghadapi situasi darurat. Itu yang membuat kami merasa lebih siap,” ungkap Bonifasius yang akrab disapa Ovan.

Menurut Ovan, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah dalam pembentukan karakter. Saat simulasi evakuasi, siswa diajarkan untuk keluar kelas dengan tertib, membantu teman yang kesulitan, dan tidak panik.

Nilai-nilai seperti kepedulian, kerja sama, keberanian, dan disiplin inilah yang menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di sekolah.

"Anak-anak harus tahu bahwa bencana tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalisir jika kita siap. Itulah arti sebenarnya dari mitigasi,” pungkasnya.

Program Tiba Dia diharapkan terus diperluas hingga menyentuh semua sekolah di Manggarai, bahkan melibatkan orang tua siswa, untuk memastikan rantai kesiapsiagaan bencana terbangun secara menyeluruh, dari sekolah hingga lingkungan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Rekomendasi

Terkini

X