Dinkes Manggarai Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan, Fokus pada Penurunan Angka Kematian Bayi

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Kamis, 25 September 2025 | 17:05 WIB
Jefrin Haryanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai
Jefrin Haryanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai

Ruteng, Idenusantara.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai mengambil langkah proaktif dalam menekan angka kematian bayi baru lahir.

Melalui pelatihan penanganan kegawatdaruratan neonatal, Dinkes Manggarai menunjukkan komitmennya untuk memastikan setiap bayi mendapatkan penanganan terbaik sejak saat kelahirannya.

Pelatihan ini adalah bagian dari strategi yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat dasar.

Kepala Dinkes Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, tidak sekadar menggarisbawahi urgensi penanganan cepat, tetapi juga menyoroti aspek psikologis dan profesional dari para tenaga kesehatan.

Baginya, respons yang cepat dan tepat terhadap kondisi kritis pada neonatus adalah sebuah keharusan. Namun, ia melihat pelatihan ini lebih dari sekadar transfer ilmu.

"Penanganan yang terampil, cepat, dan akurat pada bayi yang mengalami kondisi gawat darurat sangatlah vital," ujar Jefrin.

Ia melanjutkan, dalam situasi gawat darurat, ketenangan dan kepercayaan diri tenaga medis seringkali menjadi penentu.

Jefrin berharap, dengan serangkaian simulasi dan bimbingan dari para ahli, para bidan dan perawat di Manggarai tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga ketangguhan mental untuk mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.

"Pelatihan ini bukan hanya tentang bagaimana mereka melakukan resusitasi atau mengenali tanda-tanda bahaya. Lebih dari itu, pelatihan ini adalah tentang membangun kesiapan dan keyakinan diri para tenaga kesehatan," tambahnya.

Fokus pada Keterampilan Praktis dan Penguatan Sistem Rujukan

Pelatihan yang berlangsung dari 25 hingga 28 September 2025 ini diikuti oleh bidan dan perawat dari empat Puskesmas, yaitu Puskesmas Anam, Puskesmas Ketang, Puskesmas Wae Codi, dan Puskesmas Nanu.

Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teori, tetapi juga simulasi praktis seperti resusitasi neonatus, yang sangat penting untuk melatih respons cepat dalam situasi nyata.

Dua dokter spesialis, yaitu dr. Oktaviani M.Naur, M.Sc., Sp.A. dan dr. Alfi Rustina Yunartu, Sp.OG., bertindak sebagai fasilitator yang memandu pelatihan ini.

Keterlibatan para ahli ini memastikan materi yang disampaikan relevan, mutakhir, dan berstandar medis tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X