Geliat Ekonomi Masyarakat NTT Dibalik Pelaksanaan Tour de EnTeTe

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 26 September 2025 | 15:28 WIB

Ditanya soal manfaat kegiatan ini, Roland mengakui ada banyak manfaat yang didapatkan dari event balap sepeda ini, tidak saja dari sisi ekonomi tapi juga merupakan ajang promosi pariwisata NTT ke mata dunia.

"Ini kan promosi gratis untuk Pulau Sumba. Kita tentunya senang sekali. Dengan kehadiran para pembalap dari luar negeri ini kan mereka bisa lihat langsung keindahan alam dan pariwisata di daerah kita," ujarnya.

Di sisi lain, Ronald juga menyoroti soal okupansi hotel di Sumba yang melonjak naik selama event internasional berlangsung. Termasuk juga UMKM-UMKM yang turut kecipratan rezeki berkat adanya event ini.

"Kalau hotel sudah pasti banyak yang penuh. Bahkan untuk kita yang tim Marshal saja ada yang sekamar bertiga, dan yang lainnya ada yang pulang ke rumah, karena memang semua kamar penuh waktu itu. Terus untuk UMKM itu juga laris manis. Selain para pembalap, orang yang datang nonton ini kan juga banyak, jadi disitulah terjadi perputaran uang karena banyak yang beli juga kan," tuturnya.

Menurut Ronald, teman-temannya yang menjalani usaha rental mobil juga ikut kebagian berkat selama event ini berlangsung. "Selama ini kan orderan sepi. Kadang dapat kadang tidak. Tapi pas Tour itu kemarin mereka senang bisa dapat pemasukan yang lumayan lah," terangnya.

Baca Juga: Gubernur NTT Dampingi Menteri PU Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Nagekeo

Cerita serupa juga diungkapkan Wilfrida, perajin tenun asal Ende. Di event Tour De EnTeTe ini kemarin, ia dan teman-temannya mendapat bagian untuk mendirikan stand UMKM di Lapangan Pancasila Ende. Dirinya mengaku senang karena beberapa souvernir yang dijual dibeli langsung oleh para pembalap dan juga tamu undangan lainnya.

Donasi untuk korban di Mauponggo

Ya, cerita tentang Tour De EnTeTe memang menarik untuk disimak. Tidak semata soal siapa yang naik podium juara di masing-masing etape, tapi juga ada begitu banyak pelaku usaha dan masyarakat luas yang juga ikut kebagian berkat selama event ini berlangsung.

Hal menarik lainnya dari ajang balap sepeda bertaraf internasional ini adalah soal kepedulian pada kemanusiaan. Di etape Ketujuh yang digelar di Kota Ende pada Kamis, (18/9/2025) lalu meninggalkan kisah tersendiri soal kemanusiaan. Semua hadiah yang didapatkan para pembalap di etape ini didonasikan khusus buat para korban bencana alam di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Di Charity Race ini, Matejj Drinovec, pembalap asal Australia mengaku senang bisa ikut berbagi dengan masyarakat yang terdampak bencana. Demikian halnya Deska Raya Adya, pembalap asal Indonesia. Dirinya mengaku bangga bisa membantu sesama warga yang terdampak bencana dan berharap semoga secepatnya pulih.

Baca Juga: Buka Rakor Optimalisasi Data Kependudukan, Gubernur NTT Targetkan Perekaman KTP Elektronik Capai 99% pada Desember 2025

Dukungan pendanaan

Dari sisi pendanaan, Pemerintah Provinsi NTT melalui APBD Perubahan menyiapkan anggaran Rp5 miliar. Angka ini diperkuat dengan dukungan CSR Bank NTT sebesar Rp5 miliar, serta sponsor dari pihak swasta dan Bank HIMBARA sekitar Rp3 miliar. Total dana pelaksanaan mencapai Rp.13 miliar, belum termasuk anggaran rutin rehabilitasi jalan nasional dan provinsi yang memang sudah menjadi kewenangan pemerintah.

Dengan multiplier ekonomi sebesar 1,8 kali, maka perputaran uang yang ditimbulkan bisa menembus Rp23,4 miliar. Dana ini langsung mengalir ke konsumsi lokal, transportasi, jasa penginapan, hingga perdagangan skala kecil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X