Manggarai Bebas Pasung, Pemerintah Dorong Terapi Lingkungan untuk Pasien ODGJ

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Sabtu, 27 September 2025 | 06:55 WIB
Jefrin Haryanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai
Jefrin Haryanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai

Ruteng, Idenusantara.comPemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil tindakan nyata dan proaktif untuk mengakhiri praktik pemasungan terhadap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) bersama Puskesmas Anam dan Pemerintah Desa melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien ODGJ di desa Pong La'o, Kecamatan Ruteng pada Kamis (25/9/2025).

Mereka mendatangi ODGJ berat yang masih dalam kondisi pemasungan. Kegiatan penting ini turut didampingi oleh Kepala Desa Bangka La'o, Yohanes Santo.

Inisiatif Dinkes ini merupakan bagian dari program Pendekatan Holistik dan Lingkungan Ramah Jiwa, sebuah strategi yang menempatkan pemulihan di tangan komunitas.

Mengobati Jiwa dan Merawat Keluarga

Kunjungan ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

Pendekatan ini krusial, mengingat keluarga adalah pendamping utama yang sering menanggung beban berat.

“Kita memahami bahwa merawat pasien ODGJ bukan hal yang mudah. Itu bisa menjadi sumber tekanan berat bagi keluarga. Karena itu, kami hadir tidak hanya dengan obat, tetapi juga dengan dukungan dan pemahaman,” ungkap salah satu perwakilan dari Dinas Kesehatan.

Fokus utama strategi ini adalah intervensi ganda, yang secara serentak menargetkan pasien dan keluarga.

Pertama, tim memastikan Penanganan Komprehensif ODGJ, mencakup penanganan medis, psikologis, serta jaminan akses terhadap obat-obatan esensial.

Kedua, tim memberikan Dukungan Psikososial Keluarga melalui pendampingan emosional dan edukasi.

Kolaborasi dengan pemerintah desa juga dilakukan sebagai strategi utama untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas stigma.

“Perawatan ODGJ tidak cukup hanya dengan obat. Harus ada pendekatan psikososial yang kuat. Lingkungan yang menerima dan mendukung menjadi terapi itu sendiri,” tambah perwakilan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X