Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Bersama Pemdes Batu Cermin Budidaya Sayuran Secara Hidroponik

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Sabtu, 27 September 2025 | 18:10 WIB

Labuan Bajo, idenusantara.com -- Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan. Polisi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Desa Batu Cermin memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran dengan sistem hidroponik.

Penanaman sayuran dengan cara hidroponik ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat setelah Presiden Republik Indonesia (RI) mencanangkan program ketahanan pangan.

Bhabinkamtibmas Desa Batu Cermin, AIPDA Rio Awa mengatakan bahwa, setelah Presiden RI mencanangkan program ketahanan pangan, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah Desa Batu Cermin untuk memantapkan sektor ketahanan pangan dengan cara menanam sayuran secara hidroponik.

"Program ini termasuk sebagai program unggulan untuk mewujudkan sumber ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang kosong di samping Kantor Desa Batu Cermin untuk menanam sayuran dengan cara hidroponik," kata Pak Bhabin sapaan akrabnya, Sabtu (27/9/2025) pagi.

AIPDA Rio Awa menjelaskan, tanaman hidroponik yang dikembangkan dan dikelola secara langsung oleh BUMDes Batu Cermin ini merupakan implementasi program ketahanan pangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Kapolres Mabar Hadiri Peresmian Kodim 1630/Manggarai Barat

"Di lokasi ini ada 20 titik instalasi penanaman sayuran hidroponik. Pengelolaannya secara swadaya oleh Pemerintah Desa dan berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas," jelasnya.

Ia menambahkan, satu titik instalasi hidroponik terdiri dari 9 pipa paralon, masing-masing berisi 19 lubang tanam netpot. Total terdapat 3.420 lobang tanam yang digunakan untuk budidaya sayuran selada dan pakchoy.

"Dari 20 titik instalasi, terdapat tiga titik untuk pembibitan dan sisanya sebanyak 17 titik digunakan untuk produksi. Sayuran ini selama 21 hari atau tiga minggu sudah panen. Hasilnya akan didistribusikan ke dapur MBG, restoran, kapal wisata, hotel, kafe, pelaku UMKM dan supermarket," sebut AIPDA Rio Awa.

Menurut pria kelahiran Bajawa itu, pendekatan pertanian modern seperti hidroponik ini sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan dan lingkungan perumahan padat penduduk.

"Selain tidak memerlukan lahan luas, metode ini lebih higienis dan hasilnya bisa dimanfaatkan langsung untuk konsumsi rumah tangga," ujarnya.

Ia berharap, melalui program ini, Desa Batu Cermin dapat menjadi contoh desa swasembada pangan di Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga: Kapolres Bersama Dandim 1630/Mabar Komitmen Jaga Kamtibmas di Labuan Bajo

"Harapannya dapat menjadi inspirasi bagi warga masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif sehingga dapat memberikan dampak ekonomi ke depannya," ungkap Ajun inspektur dua itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X