Ruteng, Idenusantara.com — Pemerintah Kabupaten Manggarai menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengakselerasi pembangunan daerah dengan mengalokasikan dana signifikan sebesar Rp1 miliar dari APBD untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025.
Bersama Kodim 1612/Manggarai, program ini resmi dibuka di Lapangan Bola Kaki Beawaja Pagal, Kecamatan Cibal, pada Rabu (8/10/2025).
Dengan total anggaran kegiatan mencapai Rp1,484 miliar, Pemkab Manggarai memastikan bahwa dana daerah difokuskan untuk mendukung sektor pertanian.
Kegiatan fisik TMMD ke-126 yang menyasar lima desa—Barang, Rado, Riung, Pinggang, dan Bea Mese—difokuskan pada pemecahan isolasi wilayah dan penjaminan ketersediaan air.
Untuk mengatasi isolasi wilayah dan memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian, TMMD ke-126 akan memfokuskan pembangunan pada dua infrastruktur utama di Kecamatan Cibal.
Yang pertama adalah sektor pengairan, dengan mengoptimalkan dan membangun tiga unit jaringan irigasi tani di Desa Bea Mese, Pinggang, dan Riung.
Proyek ini sangat krusial untuk menjamin pasokan air yang stabil bagi lahan pertanian masyarakat.
Kedua, fokus diberikan pada aksesibilitas pertanian melalui perbaikan jalur distribusi.
Hal ini diwujudkan dengan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 1.763 meter di Desa Rado serta pembukaan jalan tani baru sepanjang 1.200 meter di Desa Barang, yang secara signifikan akan mempermudah petani dalam mengangkut hasil panen mereka.
TMMD: Perwujudan Langkah Nyata Peningkatan SDM
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Manggarai, Lambertus Paput, yang memimpin upacara, menegaskan bahwa TMMD adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar program pembangunan, tetapi perwujudan semangat kemanunggalan TNI–Rakyat yang sudah menjadi pondasi sejarah bangsa kita," tegas Pj Sekda Lambertus.
Ia menekankan bahwa TMMD melampaui sekadar pembangunan fisik, menjadikannya sarana penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Kolaborasi ini ditandai dengan kehadiran lintas sektor, termasuk Kapolres Manggarai, perwakilan Kejaksaan Negeri, Camat Cibal, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai.