Ia menambahkan, para peserta dari negara-negara Pasifik merasa memiliki kedekatan yang kuat dengan Indonesia, khususnya NTT. “Mereka mengatakan bahwa Indonesia, khususnya NTT, adalah the real Pacific. Banyak kemiripan yang mereka temukan di sini , mulai dari makanan, lagu, tarian, hingga budaya bambu dan minuman tradisional. Mereka merasa seperti di rumah sendiri,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur NTT Audiensi Bersama Pangdam IX/Udayana, Bahas Stabilitas Keamanan dan Pembangunan Daerah
Gubernur Melki juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak lanjutan, baik dalam bentuk kolaborasi budaya maupun pengembangan ekonomi kreatif daerah. “Saya dengar tadi malam karya para peserta sudah mulai diminati dan ditawar untuk dipamerkan di pusat-pusat kota. Ini pertanda baik. Ke depan, kita siap menindaklanjuti kerja sama yang telah dirintis oleh Kementerian Kebudayaan,” pungkasnya.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, yang turut hadir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas penyelenggaraan IPACS 2025 di Kota Kupang.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kebudayaan. Dengan adanya kegiatan kebudayaan ini di Kota Kupang, perekonomian masyarakat tumbuh. Bapak dan Ibu bisa lihat sendiri, hotel-hotel penuh, rumah makan ramai, UMKM dan penjual suvenir laku. Kami sangat berterima kasih, Pak Menteri,” ujar Christian Widodo.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan seperti IPACS 2025 membuka peluang baru bagi kerja sama antarnegara di kawasan Pasifik.
Baca Juga: Wakil Gubernur NTT Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Nagekeo
“Ini menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara negara-negara di kawasan Pasifik, dan Kota Kupang pasti akan merasakan dampaknya. Salah satunya, sudah mulai ada penjajakan untuk program sister city, seperti yang disampaikan Pak Menteri dan Pak Gubernur,” ujarnya.
Kegiatan IPACS 2025 juga mendapat apresiasi tinggi dari negara-negara Pasifik. Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Ifereimi Vasu, memberikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas penyelenggaraan IPACS 2025.
“Platform ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk bertukar pengalaman, belajar satu sama lain, serta menjajaki jalan baru bagi kolaborasi masa depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Belden Norman, menyampaikan pesan optimistis.
“Jika kita terus memperkuat sinergi budaya di antara negara-negara Pasifik, kita dapat menjadi kekuatan besar dalam menampilkan seni dan budaya kepada dunia, sekaligus mempromosikan perdamaian dan persatuan di kawasan ini,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choy Lin Yim Douglas, menekankan pentingnya ekonomi kreatif dan diplomasi budaya.
“Pertemuan ini menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi jembatan bagi kerja sama dan pembangunan. Kami dengan penuh semangat menantikan kolaborasi berikutnya antara masyarakat Pasifik dan saudara-saudari kami di Indonesia,” tutupnya.
IPACS 2025 telah berakhir namun juga menjadi awal dari perjalanan panjang persahabatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.
Artikel Terkait
Gubernur NTT Dorong Penyediaan Kawasan Ekonomi Khusus di Wilayah Perbatasan NTT
Gubernur NTT : Sinergi Tiga Batu Tungku Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan di NTT
Buka ETMC XXXIV di Ende, Gubernur NTT : Sepak Bola Satukan Kita dan Gerakkan Ekonomi Daerah