Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Kelok, Warga Rembong Raya Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

photo author
REDAKSI, Ide Nusantara
- Rabu, 3 Desember 2025 | 22:13 WIB
Antusias warga bergotong royong perbaiki jalan rusak di Kelok desa Kaju Wangi-Elar (Foto: Jhii. S-Idenusantara.com)
Antusias warga bergotong royong perbaiki jalan rusak di Kelok desa Kaju Wangi-Elar (Foto: Jhii. S-Idenusantara.com)

Warga juga berkomentar bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur dinilai terkesan menutup mata terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di wilayahnya.Hal tersebut disampaikan oleh Goris warga salah satu desa di wilayah Rembong Raya.Ia menyoroti kerusakan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Salah satu ruas yang disebutkannya paling parah adalah jalan Elar–Ruteng tepatnya di Kelok, Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar.Akibat dari keadaan itu warga tiga desa selalu bergotong royong memperbaiki jalan ini secara swadaya.

“Jalan tersebut dari dulu hingga saat ini rusak parah, sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, apalagi di musim hujan yang licin dan berlumpur, kami adakan kegiatan bakti sosial setiap enam bulan sekali,” ujar Goris.

"Adanya Masyarakat ada pemerintah.
Terbentuknya sebuah negara itu karena ada perkumpulan manusia.Kami di wilayah rembong raya selalu teriak terkait beberapa persoalan termasuk jalan rusak, namun seolah tak didengarkan, kami seperti dianaktirikan.
Tetapi pemerintah kelihatannya tidak bermasyarakat dan kami minta, tolonglah kami sebagai masyarakat, lihatlah daerah kami biar sedikit.Tolong kami di wilayah ini," tegasnya.

Baca Juga: Ironi Smart TV Bantuan Prabowo Untuk SDI Compang Ngeles Terhambat Internet dan Infrastruktur

Ia menilai, pemerintah daerah seolah tidak memiliki perhatian serius dalam pengalokasian dana untuk perbaikan infrastruktur jalan khususnya di Elar.

“Jalan di Elar banyak yang rusak.Setiap tahun anggaran, Elar saja yang paling sedikit kebagian kue pembangunan, sangat tidak adil, padahal kami juga selalu bayar pajak.Jalan itu merupakan nadi perekonomian, karena ketika infrastruktur jalan bagus, maka kemajuan suatu daerah akan tercipta,” pungkasnya.

Goris menegaskan, infrastruktur merupakan faktor penting bagi kemajuan masyarakat.

“Infrastruktur adalah roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Sangat disayangkan jika di salah satu daerah masih terdapat jalan yang tidak layak pakai,” ungkapnya.

Baca Juga: Prabowo Turun Langsung Temui Korban Banjir Sumut Disambut Isak Tangis Pengungsi

Ia juga mengingatkan agar pemerintah kabupaten dan dinas terkait tidak menutup mata terhadap persoalan ini.

“Pemerintah pusat sudah menggelontorkan anggaran yang fantastis untuk infrastruktur. Namun di daerah kami, manfaatnya belum terasa apalagi untuk sampai di wilayah kami,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat setempat mengalami kesulitan beraktivitas akibat kondisi jalan yang rusak.

“Hal ini bukan hanya berdampak pada kami secara pribadi, tapi juga menghambat laju perekonomian, apalagi beberapa desa di daerah ini terkenal dengan hasil komoditinya yang luar biasa ” tuturnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X