Telan Anggaran Rp 79 Miliar,Kondisi Pantai Kelapa Lima Kota Kupang Rusak dan Tidak Terawat

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 09:23 WIB
Kondisi terkini Pantai Wisata Kelapa Lima, Kota Kupang. Sejumlah fasilitas dan infrastruktur nampak rusak.  (Foto:CM/IDN.Com)
Kondisi terkini Pantai Wisata Kelapa Lima, Kota Kupang. Sejumlah fasilitas dan infrastruktur nampak rusak. (Foto:CM/IDN.Com)

 

idenusantara.com -- Keberadaan kawasan pantai wisata kelapa lima yang pembangunannya diresmikan mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada maret tahun 2022 sebagai destinasi wisata andalan milik Pemerintah Kabupaten Kota Kupang mulai dipertanyakan efektivitas pengelolaannya.

Lokasi kawasan kelapa lima yang dulu dimanfaatkan sebagai pusat wisata kuliner sekaligus tempat pelaksanaan event_event wisata seperti festival etnis budaya hingga lokasi hiburan bagi masyarakat, kini sangat memprihatinkan. Bagaiman tidak kawasan tersebut dibangun menggunakn APBN yang dilaksanakan secara _multi years_ sejak tahun 2020 hingga tahun 2021 dengan total pembiayaan 79 Miliar 900 juta rupiah, kini rusak parah.

Lopo yang berada persis di depan Hotel Aston Kupang ini menjadi salah satu Ikon Kota Kupang di era Wali Kota Kupang, Dr Jefri Riwu Kore.

Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I BPPW NTT, Roy Marten, S.T., dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa Kawasan Kelapa Lima yang di-launching merupakan salah satu dari tiga segmen penataan Kota Kupang. Dua segmen lainnya adalah Pantai LLBK dan Koridor Jalan Frans Seda. 

Menurutnya, merupakan suatu kebanggaan bagi Kementerian PUPR dapat membangun ketiga segmen tersebut bagi masyarakat di Kota Kupang.

Warga sekitar, khususnya mereka yang selama ini mencari nafkah dan menggantungkan penghasilannya dari aktivitas wisata di kawasan Pantai Kelapa Lima, hanya bisa berharap agar pemerintah, dapat mengatasi persoalan ini.

”Pantai Kelapa Lima adalah destinasi kebanggaan masyarakat Kota Kupang, tetapi kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Banyak infrastruktur yang telah dibangun di sana sudah rusak parah" ujar Bima 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X