Dugaan aksi balap liar yang disebut terjadi pada pagi hari di bulan suci Ramadan 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Peristiwa itu mencuat setelah diunggah akun Facebook Kamal Dewi dan menuai berbagai tanggapan dari warganet.
Dalam unggahannya, Kamal Dewi menandai Kapolres Palopo dan menuliskan, “Tabe @Kapolres Palopo, tidak bisakah yang seperti ini ditindaki??? Sangat meresahkan.. Dan sudah lama terjadi tapi tidak ada tindakan,” disertai tagar #BalapLiar, #KotaPalopo, dan #KapolresPalopo.
Berdasarkan video yang beredar, aksi tersebut diduga terjadi di wilayah Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Meski dalam keterangan unggahan tidak secara eksplisit menyebut lokasi detail, dari visual video tampak area yang berada di sekitar kawasan Masjid Jami Palopo.
Unggahan itu pun menuai beragam komentar. Akun Yayatyabot menulis, “Siapa lg yg mulai itu.. hadewww, sudah mi dibikinkan ratona masih pergi jalan umum.”
Sementara akun Takdir P. berkomentar, “Masalahnya tidak ada efek jera dari petugas untuk pelaku balap liar seperti ini.”
Komentar lain datang dari Rahmad B. yang menyarankan, “ke kodim ki saja melapor, dekat ji dari situ…” serta Wawan J. yang menuliskan, “tdk pergi jika urus mbg polisi nya.”
Sejumlah warganet menilai aktivitas balap liar di jalan umum, terlebih pada suasana Ramadan, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu ketertiban masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait unggahan tersebut.
Warga berharap adanya langkah konkret guna menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, melontarkan kritik tajam terhadap program Makan Bergizi Gratis pemerintah
PMKRI Cabang Maumere Ingatkan Gubernur Jawa Barat untuk Hormati Proses Hukum di Sikka