KUPANG, IDENUSANTARA.COM - Upaya menjaga kesehatan masyarakat di bulan suci Ramadan mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintah provinsi dan lembaga pengawas. Pada Sabtu (21/2/2026), Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin langsung peninjauan pasar kuliner takjil di Jalan Ir. Soekarno, Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, bersama jajaran Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang. Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan dan minuman yang dijual untuk berbuka puasa tidak hanya menarik selera, tetapi juga aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Kemeriahan Pasar Takjil & Komitmen Pemerintah
Setibanya di lokasi, Gubernur Melki menyusuri setiap lapak kuliner yang berjejer rapi, bercakap langsung dengan para pedagang, serta turut membeli beragam takjil mulai dari makanan manis hingga gorengan dan minuman segar khas Ramadan.
"Semoga lancar dan laris jualannya ya," ucap Gubernur Melki saat berinteraksi dengan para penjual, sekaligus memberikan semangat agar kualitas produk selalu dijaga.
Baca Juga: Perjanjian Dagang dengan AS Berpotensi Berubah, RI Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0 Persen
Dalam arahannya, Gubernur Melki menjelaskan bahwa momen Ramadan tak hanya soal ibadah spiritual, tetapi juga menjadi periode penting bagi aktivitas ekonomi pangan.
"Pengawasan terhadap keamanan makanan dan minuman harus dilakukan secara lebih cepat, adaptif, dan menjangkau langsung masyarakat," tegasnya, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan BPOM untuk menjamin kualitas takjil yang beredar.
Hasil Pengawasan: Takjil Aman Dikonsumsi
Sebelumnya, BPOM Kupang telah melakukan inspeksi langsung termasuk pengambilan dan uji sampel takjil yang dijual di sejumlah titik pasar kuliner di Kota Kupang. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, atau methanyl yellow, sehingga dinyatakan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Kepala BPOM Kupang, Sem Lapik, menyatakan,
"Semua sampel aman, ini menandakan pedagang sudah mulai paham bahaya zat berbahaya dan mulai menerapkan praktik yang benar dalam pembuatan makanan," ujar Sem usai pengawasan.
Baca Juga: Petani NTT Bersyukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat MBG
Sem juga menambahkan bahwa keamanan pangan ini tidak hanya sebuah hasil sesaat, tetapi menjadi komitmen berkelanjutan BPOM yang akan terus melakukan pengawasan berkala selama Ramadan, termasuk uji ulang di beberapa titik pasar takjil yang ramai dikunjungi masyarakat.
Edukasi & Keamanan Pangan Berkelanjutan
Gubernur Melki menekankan bahwa pengawasan tidak hanya bersifat represif semata, tetapi juga edukatif kepada para pedagang. Ia menyampaikan dorongan agar pedagang memahami praktik produksi pangan yang baik, menekankan penggunaan bahan baku yang aman dan sesuai standar.
"Pedagang perlu diberi pembinaan terkait praktik produksi pangan yang baik agar pengawasan tidak hanya represif, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan keamanan makanan dan minuman yang diperdagangkan," ujarnya.
Artikel Terkait
PSS Sleman Kembali ke Puncak Klasemen, Ansyari Lubis Ingatkan Pemain Tetap Membumi
Bebas Halal untuk Produk AS, DPR RI: Jangan Korbankan Prinsip Demi Perdagangan
Meski Kalah dari Osasuna, Real Madrid Tetap Kokoh di Puncak Klasemen
Menggugat Piring Anak Bangsa, Sorotan Tajam Ketua BEM UGM Terhadap Program MBG
Petani Manggarai NTT: Sejak Ada MBG, Harga Wortel Kami Naik 3 Kali Lipat
Petani NTT Bersyukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat MBG