Manggarai, Idenusantara.com - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Manggarai, Luisa Redempta Yosheline Lana, S.H, akan memberikan teguran berupa surat peringatan (SP) kepada Edi Rihi anggota DPRD Manggarai dari Fraksi Hanura.
Teguran yang di berikan Ketua DPC kepada Edi Rihi, disebabkan pernyataan Edi Rihi yang di duga menggadaikan partai Hanura dalam mendukung geothermal di Wilayah Poco Leok.
Baca Juga: DPRD NTT Sebut PLTP Ulumbu sebagai Kebutuhan Masyarakat dan Zamanernyataan kontroversial Edi Rihi disampaikan pada saat menerima kunjungan audiensi dari kelompok masyarakat pro geothermal Poco Leok pada Selasa, 22 April 2025.
Baca Juga: Edi Rihi Dukung Geothermal, Warga Poco Leok: Pragmatis dan Tidak Berkualitas Sebagai Anggota Dewan
Dalam pernyataan tersebut, Edi Rihi menjelaskan sikap partai Hanura yang sangat mendukung penuh pembangunan geothermal di wilayah Poco Leok.
"Fraksi Hanura memberikan dukungan penuh terhadap sikap bapa mama hari ini," tegas Edi
Bahkan, Edi dirinya yang menyebut dirinya sebagai ketua Fraksi Hanura dirinya itu, tidak boleh ragu-ragu dalam menentukan sikap.
Baca Juga: BPN Manggarai Terbitkan Sertifikat Tanah PLN Untuk Pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok
Menurutnya, Kalau pemerintah membuat hal yang untuk menyejahterakan rakyat, maka tidak boleh abu-abu dalam menentukan sikap.
"secara politik, kita juga harus berani di dalam ruang ini. Kita tidak boleh menjadi pilatus. Tidak boleh abu-abu. Hitam katakan hitam, merah katakan merah. Kalau program pemerintah baik, dukung geothermal," tegas Edi
Keterangan Edi Rihi ini, menuai kritikan tajam dari masyarakat yang bahkan menyebut Edi Rihi sebagai anggota DPRD yang tidak berkualitas dan sangat pragmatis.
Tidak hanya masyarakat, ketua DPC Hanura Kabupaten Manggarai, Luisa R. Y. Lana, S.H, sangat menyayangkan sikap dari Edi Rihi yang tidak berkordinasi dengan ketua DPC ketika memberikan pandangan atas nama fraksi.
Menurut Ketua DPC Hanura Manggarai, pernyataan Edi Rihi yang mengatasnamakan partai Hanura telah melangkahi kewenangan partai dan tidak menghargai dirinya sebagai Ketua DPC.