Idenusantara.com - Pengamat energi dari Alpha Research dan Data Center, Ferdy Hasiman menilai pengembangan Energi Hijau seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Menurut peneliti dan penulis buku ini, listrik menjadi salah satu hal penting dalam menyokong perekonomian di sebuah wilayah. Jika teraliri cukup, masyarakat akan turut mampu meningkatkan nilai ekonomi produknya.
Ferdy mencontohkan pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, di Kecamatan Satar Mese, di mana kehadiran aliran listrik bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pengembangan PLTP Poco Leok tersebut dipastikan mampu turut menyejahterakan kehidupan masyarakat setempat. Karena dengan teraliri listrik yang cukup, peningkatan perekonomian berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasti akan meningkat. Dengan listrik, masyarakat bisa menambah nilai ekonomi produknya," jelas Ferdy.
Baca Juga: Cetak Hattrick, PLN Kembali Raih Kinerja Keuangan Terbaik Sepanjang Sejarah pada Tahun 2023
Menurutnya, masyarakat setempat perlu mendukung pengembangan pembangunan berkelanjutan seperti PLTP Poco Leok yang sudah lama digagas oleh pemerintah di era Presiden Joko Widodo.
"Penting diketahui bahwa tujuan pemerintah mengembangkan PLTP tersebut untuk memajukan masyarakat. Tidak untuk yang lain," lanjutnya.
Dalam menjalankan proses pembangunan infrastruktur kelistrikan, tambah Ferdy, pemerintah selalu akan berpatok pada asas-asas ekologi integral dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berkeadilan, serta pembangunan yang berdasarkan keutuhan ciptaan dengan memperhatikan integral ekologi.
"Pengembangan EBT merupakan upaya pemerintah dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan dengan memperhatikan sustainable development untuk masyarakat Poco Leok dan lingkungan sekitarnya," terangnya.
Pemerintah sebagai pengembang PLTP jelas Ferdy, sudah memikirkan berbagai hal untuk meminimalisasi tiap risiko dengan mengandeng para pakar geologi hingga lingkungan.
“Pakar-pakar, mulai pakar geologi hingga lingkungan sudah diturunkan untuk meminimalisasi tiap risiko," kata Ferdy.
Baca Juga: Simulasi Tahapan Lengkap Pendaftaran CPNS dan PPPK: Jadwal dan Proses dari 29 Juni hingga 22 Juli
Pengembangan PLTP di bagian timur Indonesia, kata Ferdy, juga mampu menghemat biaya pemerintah dalam menghasilkan energi hijau.
"Pemerintah tidak lagi mengembangkan pembangkit listrik melalui bahan bakar fosil, ini panas bumi yang merupakan sumber energi bersih dari alam Flores. Jadi, ayo dimanfaatkan untuk kepentingan bersama," pungkasnya.
Dirinya mengajak, masyarakat setempat perlu mendukung pengembangan pembangunan berkelanjutan seperti PLTP Poco Leok. Sebab, pembangunan PLTP hanya semata-mata untuk kepentingan masyarakat sekitar.
"Penting diketahui bahwa tujuan pemerintah mengembangkan PLTP tersebut untuk memajukan masyarakat. Tidak untuk yang lain," tuturnya.
Artikel Terkait
Dampak Kemarau 2024: BPBD Ende Tetapkan Tanggap Siaga Kekeringan
Lowongan Kerja Terbaru 2024 Pertamina untuk Semua Jurusan: Peluang Terbuka Lebar
TNI Berperan Aktif dalam Rehabilitasi 10 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kupang
Kantongi Sertifikat Bengkel Konversi, Siswa SMKN 3 Mataram: Kami Senang Bisa Berinovasi dan Berkreasi terhadap Motor Listrik
Jadwal Lengkap Pertandingan Grup B Piala Eropa 2024: Catat Tanggalnya!
Gelaran Internasional KTT WWF Ke-10 di Bali Selesai, PLN Sukses Kawal Kelistrikan Tanpa Kedip
Lowongan Kerja PT Multi Indomandiri Wings Persero untuk Lulusan SMA dan SMK: Segera Daftar!
Dinas ESDM Apresiasi Kolaborasi PLN dan SMKN 3 Mataram Hadirkan Bengkel Konversi Bersertifikat Pertama di NTB
Simulasi Tahapan Lengkap Pendaftaran CPNS dan PPPK: Jadwal dan Proses dari 29 Juni hingga 22 Juli
Cetak Hattrick, PLN Kembali Raih Kinerja Keuangan Terbaik Sepanjang Sejarah pada Tahun 2023