Idenusantara.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak semua elemen untuk tidak lelah dalam memerangi kekerasan seksual di NTT. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi peningkatan kasus kekerasan seksual di wilayah tersebut.
Hal itu ditegaskan Melki Laka Lena saat menggelar Coffee Morning dan Media Gathering Gubenur NTT bersama media masa dengan tema "Kolaborasi Membangun NTT—Media Sebagai Mitra Pembangunan Menyatukan Narasi Dalam Semangat 'Ayo Bangun NTT', " pada Sabtu (10/5/2025).
Baca Juga: Gubernur Ajak Para Jurnalis Kolaborasi Dukung Program Pembangunan di NTT
Menurut Gubernur Melki, maraknya kasus kekerasan seksual di NTT ini memerlukan perhatian serius dan tindakan preventif serta represif yang kuat dari pemerintah daerah maupun seluruh elemen masyarakat.
“Rata-rata yang masuk di Lapas itu karena kasus kekerasan seksual. Ini sudah sekitar 70 persen. Artinya, di NTT darurat kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur” ujar Gubernur Melki.
Baca Juga: Bripka Hery Bantu Renovasi Rumah Lasarus Mei Warga Desa Satar Ngkeling Kabupaten Manggarai
Gubernur Melki juga menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap modus-modus kejahatan seksual yang biasa dilakukan oleh pelaku saat berada di ruang publik maupun ketika berada di ruang tertutup.
"Sebagai masyarakat yang berpotensi menjadi korban, maka saya mengimbau agar berhati-hati melakukan aktivitas. Saya minta kita sama-sama tuntaskan kasus pelecehan seksual di NTT." imbuhnya.
Baca Juga: Dukung Kemajuan Pendidikan Dinas PPO Manggarai Timur Buka Peluang Beasiswa ADIK 2025, Kuliah D3, D4-S1 Gratis
Ia juga menegaskan untuk tidak sekali-kali melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma-norma kesusilaan. Terutama para penyedia jasa profesional yang belakangan ini sering menjadi pelaku kejahatan seksual tersebut.
Gubernur Melki juga mendorong pihak Kepolisian sebagai APH untuk mengusut tuntas kasus kekerasan seksual dan memberikan hukuman yang setimpal jika pelaku terbukti bersalah.
“Aparat penegak hukum harus menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor karena trauma atau tekanan,” pintanya.
“Jangan sampai orang mau ke NTT juga takut karena bilang banyak kasus kekerasan seksual. Sekali lagi saya tegaskan, lawan pelaku-pelaku itu sehingga anak-anak kita bisa hidup aman" tegas Melki.