Idenusantara.com - Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Laju Nabit, menjadi sorotan publik setelah tersulut emosi dan menghadang langsung kendaraan pengangkut massa aksi warga adat Poco Leok di depan kantornya sendiri.
Aksi penolakan terhadap proyek geothermal yang telah berulang kali disuarakan warga kini berujung pada konfrontasi terbuka antara pemimpin daerah dan rakyatnya.
Peristiwa itu terjadi usai ratusan warga adat dari sepuluh gendang di Poco Leok menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor Bupati Manggarai pada Kamis (05/06/2025).
Dalam aksi tersebut, massa dengan tegas menuntut pembatalan proyek geothermal yang mereka nilai sebagai bentuk perampasan ruang hidup dan pengkhianatan terhadap tanah leluhur.
Baca Juga: Bicara Geothermal Poco Leok dari Perspektif HAM, Pigai: Tidak Bisa Dipaksakan Bila Terjadi Konflik
Namun suasana berubah drastis ketika seorang orator yang tidak diketahui identitasnya menyuarakan kritik pedas dalam orasinya.
"Kita lihat di atas ada tulisan Kantor Bupati Manggarai. Tapi kita harus balik bacanya Bukan kantor bupati, Tapi sampah orang Poco Leok,” teriaknya lantang di hadapan ratusan peserta aksi.
Bupati ‘Meledak’, Nyaris Bentrok dengan Rakyat
Bupati Heri Nabit, yang saat itu berada di dalam kantor, keluar dengan wajah memerah dan emosi yang tak terkendali.
Ia tampak berlari ke arah massa dengan gestur menantang, nyaris memicu bentrok fisik dengan peserta aksi.
Baca Juga: Gadaikan Partai Hanura untuk Dukung Geothermal, Edi Rihi Ditegur Ketua DPC Hingga Diberikan SP
Aparat keamanan yang berjaga segera menahan Bupati dan mencoba menenangkan situasi.
Namun, insiden tidak berhenti di sana. Setelah massa membubarkan diri dan bersiap kembali ke Poco Leok, kejutan kembali terjadi. Di luar dugaan, Bupati Nabit muncul kembali. Kali ini berdiri di jalan bagian timur Kantor Bupati dan menghadang kendaraan pengangkut massa aksi.
Tidak sendirian, ia ditemani sejumlah orang yang identitasnya belum terkonfirmasi. Mereka memblokade jalan dan menuntut agar orator yang "menyulut emosi" Bupati segera turun dan bertanggung jawab atas pernyataannya.