Sehabis masak nasi dan sayur seadanya tanpa lauk kemudian dia berikan untuk kakek dan neneknya. Dalam kondisi susah seperti ini, Fania mengaku tak mengetahui bagaimana dia bisa membiayai diri untuk masuk SMP.
Dia semakin kebingungan jika memikirkan biaya untuk melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya menjadi seorang Guru.
Sementara itu, nenek Fania, Teresia Pia mengaku memiliki lima orang anak yang semuanya sudah menikah. Dari lima anak tersebut, tiga di antaranya tinggal di rumah berbeda. Meski kelima anaknya kerap menjenguknya , namun belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak jarang para tetangga memberi bantuan ala kadarnya karena bantuan dari anak-anaknya kerap kali kadang tak mencukupi.
"Ya semua anak saya juga hidup pas-pasan. Dikasih uang sama anak habis buat beli obat. Makan juga kalau ada yang ngasih, kita makan apa adanya," tutur Teresia.
Akibat tak memiliki biaya pengobatan keduanya hanya berharap bantuan dari pemerintah setempat untuk membantu biaya pengobatan mereka juga membantu mereka dalam hal rumah yang lebih layak.
Dua Polisi Sambangi Kediaman Kedua Lansia di Desa Rana Gapang
Peduli kasih, setelah mendengar cerita dari kerabatnya, kedua Polisi yakni Bripka Hery Tena dari Dokkes Polres Manggarai dan Bripta Lalu Sukiman Kapospol Elar langsung bergegas ke Desa Rana Gapang.
Keduanya menyambangi kediaman Fania Triselni yang mengurus kakek dan neneknya yang sakit di Kampung Weong dan mengunjungi kediaman Mama Anastasia Lija yang menderita sakit gondok di Kampung Lando.
Kepada media ini Bripka Hery Tena mengungkan bahwa hal ini merupakan wujud kepedulian Polres Manggarai Timur dan Polri untuk membantu masyarakat kecil.
Baca Juga: Alami Kelainan Jantung Bayi Asal Labuan Bajo Butuh Uluran Kasih
"Kami kesini sebagai wujud kepedulian kami dari Polres Manggarai Timur dan Polri tentunya dalam hal membantu masyarakat kecil," ungkapnya.
Hal senada juga di utarakan Bripta Lalu Sukiman bahwa giat kunjungan mereka ini bertujuan untuk membantu masyarakat kecil.
"Giat kami ini sebagai bentuk peduli sosial terhadap masyarakat kecil.Kami hadir betul-betul ingin melihat dan merasakan penderitaan mereka," ujarnya.