Bocah 11 Tahun di Desa Rana Gapang Rawat Sendiri Kakek dan Nenek Yang Sakit

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Senin, 9 Juni 2025 | 15:25 WIB
Fania Triselni yang merawat Kakek dan Neneknya (Foto: Ejhi Serlenso- Idenusantara.com)
Fania Triselni yang merawat Kakek dan Neneknya (Foto: Ejhi Serlenso- Idenusantara.com)



Idenusantara.com-Tidak ada waktu untuk bermain bagi Mariahati Fania Triselni. Pulang sekolah, dia harus bergegas memberi makan Kakek dan Neneknya yang sudah lansia dan sakit.
Kala teman sebayanya sibuk bersekolah dan bermain, Mariahati Fania Triselni (11), harus menjalani kehidupan yang berbeda. Seorang diri, siswi kelas enam SD ini harus mengurus Kakek dan Nenek dan yang sakit.

Kehidupan yang berat ini sudah dijalankan Fania Triselni selama empat tahun. Sudah empat tahun terakhir, nenek Fania,
Teresia Pia (99) mengalami sakit tidak bisa berdiri dan berjalan. Sedangkan kakeknya Petrus Masing (100) sakit mata dan kurang pendengaran, pikun, susah jalan sejak 2 tahun lalu. Keduanya tidak bisa berjalan akibat sakit parah dan juga karna usia lanjut. 

Baca Juga: Polisi Bersama Forkopimda dan Kelompok Tani Gelar Panen Raya Jagung di Labuan Bajo

Dengan sabar, cucu mereka, Fania Triselni ini merawat keduanya di rumah sangat sederhana di Kampung Weong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Manggarai Timur-NTT.

Padahal, Fania Triselni masih sudah tidak memiliki ayah yang sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu dan hanya ibunya dan saudaranya yang tinggal di tempat berbeda.

Tidak ada waktu untuk bermain bagi Fania Triselni. Pulang sekolah, dia harus bergegas memberi makan kakek dan nenek yang sakit juga mengurus segala keperluan kakek dan nenennya termasuk masak, nyuci, siapkan air untuk mandi bagi kedua kakek dan neneknya.

Baca Juga: KPK Periksa 6 Saksi Usut Dugaan Korupsi Proyek Peningkatan Jalan

Diusia yang masih sangat belia itu dia harus berjuang sendirian merawat kakek dan neneknya yang sakit. Bukan hanya itu, sejak pagi sebelum kesekolah Fania Triselni harus menyiapkan sarapan untuk kakek dan neneknya.

Setelah urusan makan pagi selesai, Fania melanjutkan kegiatannya dengan mencuci piring dan pakaian kotor milik nenek dan kakeknya. Usai mengerjakan pekerjaan itu, Fania lalu menyiapkan seragam sekolah untuk dirinya.

Meski harus menanggung beban yang begitu berat, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu di sekolah.

"Saya ingin jadi seorang guru. Supaya nanti bisa mengobati kakek dan nenek dan bisa sehat kembali," ucap Fania, pada Senin (9/6/2025).

Baca Juga: Bupati Nabit Mengamuk Usai Didemo Warga Poco Leok, Polres Manggarai Jadi Pahlawan dan Selamatkan Masa Aksi

Sepulang sekolah, Fania Triselni tidak bergabung dengan temannya untuk bermain atau sekadar membeli jajanan sekolah. Dia akan bergegas pulang untuk merawat kakek dan neneknya. Setelah sampai rumah, dia selalu mampir ke kebun untuk mencari sayur untuk kedua orang tercintanya itu.

Setibanya di rumah, Fania langsung menuju ke sebuah tempat tidur neneknya di sebuah kamar sederhana kakek dan neneknya itu. Setelah itu, menghampiri tempat tidur neneknya yang tidak disekat oleh apapun hanya berdinding bambu yang terlihat reot.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X