Ruteng, Idenusantara.com – Berawal dari kepedulian tulus di tengah hiruk-pikuk pandemi COVID-19 pada awal Februari 2021, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, berhasil menorehkan jejak sejarah.
Sari Toga Komodo, yang didirikan oleh sepasang suami istri visioner, Adrianus Taur dan Emerlinda Flaviana Haya, kini telah resmi bertransformasi menjadi PT Sari Toga Komodo.
Perusahaan ini sukses mengangkat ramuan herbal tradisional Manggarai, membawanya melampaui batas geografis dan kini siap menyapa seluruh penjuru Indonesia.
"Awalnya kami hanya ingin membantu. Melihat banyak orang kesulitan di masa pandemi, kami terpikir untuk memanfaatkan TOGA yang sudah jadi warisan nenek moyang kami di Manggarai. Ini bukan cuma bisnis, ini panggilan kemanusiaan," tutur Adrianus Taur, saat dihubungi media ini, Jum'at (0/6/2025).
Filosofi "bisnis kemanusiaan" inilah yang menjadi pondasi utama usaha ini, memadukan kearifan lokal dengan sentuhan inovasi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Emerlinda Flaviana Haya, sang istri, memberikan dukungan penuh kepada sang suami dalam mengembangkan usaha ini.
Ia mengaku, produk herbal yang dikembangkan keluarganya merupakan bentuk kepedulian dan wujud cinta terhadap sesama.
"Kami percaya, apa yang baik untuk keluarga kami, juga baik untuk keluarga-keluarga lain di Indonesia. Produk kami adalah wujud cinta dan kepedulian," ungkap Emerlinda.
Baca Juga: Rikard Persly Desak Pemda Manggarai Timur Serius Perhatikan Dua Persoalan Penting di Kecamatan Elar
Produk Unggulan dengan Segudang Manfaat
Sari Toga Komodo menawarkan dua varian produk utama yang kaya akan manfaat kesehatan, semuanya diproses dengan cermat dan higienis.
Sari Jahe Merah: Terbuat dari perpaduan harmonis jahe merah, kayu manis, daun sereh, daun pandan, dan gula aren pilihan.