daerah

Dugaan Skandal Catam TNI di Kupang: Ratusan Pemuda Manggarai Merasa Ditipu, LPPDM Desak Pusat Turun Tangan!

Sabtu, 21 Juni 2025 | 14:20 WIB
Ketua Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT, Marsel Nagus Ahang.

Idenusantara.com - Kekecewaan dirasakan oleh ratusan keluarga dari calon prajurit TNI AD asal Kabupaten Manggarai, setelah mimpi mereka untuk menjadi bagian dari garda terdepan bangsa pupus secara mendadak dan tanpa alasan yang jelas.

Dalam seleksi Calon Tamtama TNI Angkatan Darat (Catam) yang digelar pada 19-20 Juni 2025 di Makorem 161/Wira Sakti, Kupang, terjadi kejanggalan besar yang kini tengah disoroti publik dan aktivis sipil.

Ketua Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT, Marsel Nagus Ahang, secara resmi melaporkan dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses seleksi tersebut.

Baca Juga: Siap Bertarung dalam Pemilihan Ketua BEM UNIKA, Paket KITA Usung Visi Membumi, Berdaya, dan Berdampak Nyata

Laporan itu dikirim ke Panglima TNI, Pangdam IX/Udayana, Kapuspom TNI, dan berbagai otoritas militer terkait.

Marsel menilai, apa yang terjadi di Korem 161 bukan hanya maladministrasi, tetapi bisa masuk kategori penipuan terstruktur terhadap rakyat kecil.

"Hari pertama diumumkan bahwa seluruh peserta asal Manggarai lulus, para orang tua sudah menyiapkan keberangkatan ke Bali. Namun esoknya, semuanya dibatalkan tanpa alasan. Apakah ini bukan penghinaan terhadap rakyat?!" tegas Marsel dalam keterangannya ke media ini pada Sabtu (21/6/2025).

Baca Juga: Hangat di Praha: Presiden Prabowo dan PM Ceko Bahas Penguatan Hubungan Bilateral di Tengah Transit Diplomatik

Seleksi atau Sandiwara?

Informasi yang dihimpun LPPDM menyebutkan bahwa pada tanggal 19 Juni 2025, sekitar 200 pemuda Manggarai yang mengikuti seleksi di Kupang sempat dinyatakan lulus oleh panitia. Namun keesokan harinya, tanpa proses ulang atau penilaian baru, hasil tersebut secara sepihak dibatalkan.

Yang lebih mencurigakan, tidak ada penjelasan resmi dari panitia seleksi mengenai kriteria kelulusan, metode penilaian, atau alasan pengguguran.

Dari ratusan peserta, hanya belasan orang yang diberangkatkan ke tahap seleksi lanjutan di Denpasar. Sisanya disuruh pulang tanpa penjelasan.

"Ini bukan hanya soal gagal seleksi. Ini soal harga diri anak-anak Manggarai yang seolah-olah dianggap tak pantas menjadi tentara hanya karena tidak punya 'jalur orang dalam'," ungkap salah satu orang tua peserta yang enggan disebut namanya.

Baca Juga: Prabowo Disambut Hangat di Rusia, Siap Bahas Kemitraan Strategis dengan Presiden Putin

Halaman:

Tags

Terkini