daerah

Program Tajumase, Lokomotif Baru Pertanian dan Gizi di Manggarai

Senin, 21 Juli 2025 | 18:21 WIB

Ruteng, Idenusantara.com – Aspirasi pembangunan yang berakar dari pedesaan kini menemukan wujud nyatanya di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT.

Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, menjadi saksi bisu peluncuran program Tani Maju Makmur Sejahtera (Tajumase) yang merupakan kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Manggarai dan PT Pupuk Indonesia (Persero), pada Rabu (16/7/2025).

Program ini merupakan pelatihan pertanian cetak biru pemberdayaan masyarakat yang menyasar dua pilar fundamental, ketahanan pangan melalui hortikultura dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi gizi dan kesehatan.

Berlangsung selama tiga tahun di dua desa percontohan, Belang Turi dan Meler, program Tajumase dirancang dengan pendekatan pembinaan berkelanjutan.

Para petani tidak hanya diajarkan teknik budidaya sayur dan pemupukan yang efisien, namun juga dibekali pengetahuan krusial mengenai pola makan bergizi dan pentingnya asupan nutrisi, khususnya bagi ibu hamil dan anak usia dini.

Ini adalah upaya holistik yang mengakui bahwa kesejahteraan tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada kesehatan dan kecerdasan generasi penerus.

Dari Ladang ke Meja Makan: Membangun Generasi Unggul

Kehadiran Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Fabianus Abu, dalam kegiatan tanam perdana menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah.

Wabup Fabi menyatakan bahwa program Tajumase sejalan dengan agenda daerah dalam menanggulangi stunting—masalah yang ia sebut sebagai "masa depan"—dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kelak menjadi pemimpin yang membawa perubahan," tegasnya.

Penekanannya pada kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha ini menyoroti model pembangunan inklusif yang dimulai dari akar rumput.

"Kami mengapresiasi PT Pupuk Indonesia yang telah memilih Manggarai, khususnya Desa Belang Turi, sebagai lokasi program. Ini bukti bahwa pembangunan bisa tumbuh dari desa," tambah Wabup Fabi.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegas bahwa inovasi dan kemajuan tidak lagi terpusat di perkotaan, melainkan dapat dipicu dari potensi desa.

Investasi Jangka Panjang untuk Kesejahteraan Berkelanjutan

Halaman:

Tags

Terkini