daerah

Darurat TBC di Manggarai, Pemerintah Dorong Kesadaran Warga

Jumat, 15 Agustus 2025 | 21:48 WIB

Ruteng, Idenusantara.com —Kabupaten Manggarai tengah berada dalam situasi genting. Hingga Agustus 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 229 kasus TBC, dengan sembilan di antaranya berujung pada kematian.Kekhawatiran

Di tengah angka yang mengkhawatirkan ini, Kepala Dinkes Kabupaten Manggarai, Bertolomeus Hermopan, justru menyoroti jurang lebar antara upaya pemerintah dan respons masyarakat.

"Hari ini yang paling cemas itu petugas dan pemerintah. Masyarakat belum cukup waspada, padahal mereka yang paling rentan," ungkap Tomy sapaan akrab Bertolomeus.

Pernyataan ini bukan sekadar keluhan, melainkan pengakuan jujur tentang kondisi di lapangan.

Meskipun pemerintah dan tenaga medis gencar melakukan deteksi dini, kesadaran publik dinilai masih sangat rendah.

Padahal, partisipasi aktif masyarakat, mulai dari mengenali gejala hingga memeriksakan diri, adalah kunci utama untuk memutus rantai penularan.

Menyadari bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, Dinkes kini mengusung strategi yang lebih kolaboratif.

Tomy mendorong masyarakat untuk menjadi ujung tombak penyebaran informasi. Ia berharap warga yang sudah memahami gejala dan cara penularan TBC bisa menjadi agen perubahan, membantu mengedukasi keluarga dan tetangga di lingkungan mereka.

"Masyarakat yang paham gejala dan cara penularan bisa jadi ujung tombak pemutusan rantai penyebaran," tegasnya.

Selain itu, Tomy juga menekankan pentingnya peran media massa. Menurutnya, media memiliki kekuatan besar untuk menyebarkan informasi secara luas dan konsisten.

Peran media sangat krusial untuk membantu menghilangkan stigma terhadap pasien TBC, sekaligus memotivasi masyarakat agar lebih proaktif dalam upaya pencegahan.

"Ia berharap kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan media menjadi kunci dalam mempercepat penanganan TBC di Manggarai. Deteksi dini, edukasi, dan kepedulian kolektif diyakini mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa," pungkasnya.

Terkini