Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kader secara terarah dan sistematis demi mewujudkan kemandirian yang nyata.
"Rakerda ini kiranya menghasilkan langkah strategis untuk membangun bersama pemerintah dan berjalan bersama masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerda, Klemens Ola, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda ini merupakan ruang evaluasi dan perencanaan strategis untuk memperkuat kapasitas kader Pemuda Katolik. Ia menekankan pentingnya kontribusi aktif kader dalam menjawab kebutuhan zaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai iman.
"Pemuda Katolik bertanggung jawab mengambil peran strategis bergereja, berbangsa dan bernegara. Ini menjadi strategis memperkuat kapasitas kader melalui kontribusi aktif untuk menjawab kebutuhan jaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai iman," ucapnya.
Untuk diketahui, Rakerda ini dirangkaikan dengan Misa Pembukaan Rakerda dan Seminar yang dilaksanakan selama dua hari (21-22 Agustus 2025).
Hadir dalam acara ini Staf Ahli Menteri KKP RI Viktor Gustaaf Manoppo, Staf Ahli DPR RI, Defor Nasareno Lakapu, Kepala Bapperida Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus, Romo Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Romo Kris Saku, Ketua Dewan Komda NTT, Para Pastor, serta Perwakilan Organisasi Kepemudaan dan agama serta delegasi dari 22 kabupaten/kota se-NTT.
Penulis : Fara Therik