Idenusantara.com - Kita harus bisa ciptakan generasi yang dapat bertumbuh dan berkembang dengan sebaik – baiknya, demi masa depan mereka sebagai penerus bangsa ini.
Demikian harapan yang disampaikan oleh Wakil Gubernur NTT Josef Adreanus Nae Soi (JNS) saat memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Sharing Pembelajaran Pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini – Holistik Integratif (PAUD – HI) kerjasama UNICEF, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Jepang dan Circle Imagine of Society (CIS) Timor, pada hari ini Rabu, (8/02/2023).
Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid, diikuti luring oleh ratusan peserta perwakilan dari Provinsi NTT, Kota Kupang dan Kabupaten TTS, bertempat di Pallacio Ballroom, Hotel Aston Kupang. Hadir bersama Wakil Gubenur NTT dan turut memberi sambutan pada acara pembukaan yaitu Bunda PAUD II NTT : Maria Fransiska Djogo dan Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT – NTB, Yudistira Yewangoe.
Baca Juga: Hati-Hati dengan Dukun, Si Dukun Ini Cabuli Pasiennya 84 Kali
"Saya memberi apresiasi dan mengucapkan terima kasih bagi seluruh pelaku pengembangan pendidikan anak usia dini, yang telah bekerja sungguh-sungguh dengan menunjukkan pengabdian yang luar biasa, dalam rangka mempersiapkan generasi hebat Indonesia, yang dimulai dari usia dini”, ungkap Wagub JNS mengawali sambutannya.
Putera NTT kelahiran Ngada ini juga menekankan bahwa PAUD bukanlah sekolah, tetapi PAUD adalah tempat atau wadah pendidikan yang pembelajaran yang mendidik mengantarkan anak-anak mengenal arti hidup dan kehidupan. PAUD merupakan pendidikan dalam rangka pembentukan karakter manusia sejak usia dini, sehingga dapat menjadikan atau membuat anak menjadi lebih baik.
"Tumbuhkan kebanggaan kita pada anak usia dini, ini yang harus diperhatikan oleh orang tua , keluarga dan para pelaku pendidikan anak usia dini. Persiapkan anak menjadi tidak sekedar cerdas, tetapi berkarakter dan memiliki attitude atau kepribadian yang baik. Yang penting untuk harus diingat bahwa kita belajar bukan untuk sekolah atau sekedar mendapatkan ijazah, tetapi sebenarnya kita belajar untuk hidup”, ungkap Nae Soi.
Baca Juga: Gubernur VBL Dukung Penuh Nono Ikut ASMOPSS 2023
Lebih lanjut Nae Soi mengatakan, pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD - HI) merupakan program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI melalui Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD HI, dimana ditegaskan bahwa Pengembangan Anak Usia Dini yang Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini, yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistimatis, dan terintegrasi.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa tenggara Timur, saya mengucapkan selamat datang di Kota Kupang dan selamat kepada seluruh peserta dalam kegiatan Sharing Pembelajaran Pelaksanaan PAUD -HI ini. Saya berharap dengan dukungan UNICEF Regional NTT dan NTB sebagai mitra pembangunan, yang telah menyelenggarakan kegiatan Sharing Pembelajaran Pelaksanaan PAUD-HI di Kabupaten TTS dan Kota Kupang, dapat menambah dan memperluas wawasan para peserta, dapat meningkatkan proses pembelajaran tentang pelaksanaan PAUD HI, Program Penanganan Gizi di PAUD HI, Program WASH dan Sanitasi, Pemberian imunisasi kepada anak PAUD dan Perlindungan Anak”, harap Wagub NTT.
Politisi Partai Golkar ini juga menaruh harapan besar agar kegiatan tersebut dapat mendorong upaya penurunan angka stunting di Provinsi NTT. Bagi peserta juga diharapkan dapat melakukan berbagai tahapan serta proses secara serius dan detail, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang strategis untuk pengembangan dan pembentukan anak- anak NTT yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.
Baca Juga: Dugaan Pnculikan Anak di Kupang Ternyata Salah Paham, Ini Klarifikasi Polresta Kupang
Pada tempat yang sama, Bunda Paud II NTT : Maria Fransiska Djogo dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa dalam rangka ikut andil menunjang kemajuan dan kemandirian pendidikan secara berkelanjutan, lebih konstruktif dan positif, untuk meningkatkan kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara, lembaga PAUD memiliki peran yang sangat penting.
“Kita semua tahu bahwa masa anak usia dini adalah merupakan masa usia yang paling peka, yang tentunya membutuhkan responsasi atau rangsangan pembekalan Pendidikan, yang diawali dari bimbingan orangtua dan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini tentu membutuhkan dukungan layanan pendidikan, bukan hanya secara internal (dalam keluarga) , tetapi perlu juga dukungan pendidikan secara eksternal, yang bisa difasilitasi oleh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Pemenuhan kebutuhan esensial perkembangan dan pertumbuhan anak secara holistik integratif sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, sosial emosional dan spiritual”, urai Fransiska Djogo.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Kecamatan Kupang Timur, 470 Jiwa Dikabarkan Mengungsi
Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi Tak Pernah Surut
Penjabat Walikota Kupang Minta Sekolah Gandeng Perguruan Tinggi Belajar Bahasa Dunia
Dugaan Pnculikan Anak di Kupang Ternyata Salah Paham, Ini Klarifikasi Polresta Kupang
Gubernur VBL Dukung Penuh Nono Ikut ASMOPSS 2023
Hati-Hati dengan Dukun, Si Dukun Ini Cabuli Pasiennya 84 Kali