Berharap Pada Uluran Tangan
Di tengah keterbatasan, semangat tiga anak ini untuk tetap bersekolah patut diapresiasi. Meski sering datang dengan perut kosong dan kadang terlambat, mereka berusaha hadir di kelas, sambil membantu kakaknya mencari nafkah.
“Kami kerja apa saja supaya bisa beli beras. Kadang ada tetangga yang bantu, tapi lebih sering kami usaha sendiri, kiranya Tuhan menoling kami lewat tangan orang baik” ujar Fain dengan mata berkaca-kaca.
Guru mereka juga berharap kisah ini bisa mengetuk hati banyak pihak.
“Semoga ada belas kasih dari pemerintah maupun sesama. Kami di sekolah sudah berusaha, tapi tentu tidak cukup. Mereka butuh perhatian lebih,” pungkas Pak Yusfi.