“Nggo Tae daku asi rantang, manga aku, mbarang rantang kin weki ru aku (Saya bilang jangan takut, ada saya. Walau saya sendiri juga kadang takut), " tutur Nata.
Di tengah segala kekurangan, Oma Dora tetap menyimpan kebiasaan kecil yang menjadi sumber ketenangan batinnya dengan melantunkan doa-doa pendek yang ia hafal sejak kecil. Suaranya lirih, namun menjadi penanda bahwa meski hidupnya kini gelap, ia masih menjaga secercah cahaya dalam hatinya.
Kisah Oma Dora mencerminkan realitas banyak lansia di pedesaan hidup tanpa jaminan, tanpa pasangan, tanpa tabungan, dan bertumpu pada orang yang juga berjuang untuk bertahan. Tapi di rumah di Kampung Lalang itu, terlihat jelas bahwa ketulusan tak selalu membutuhkan banyak hal. Terkadang, ia hadir dalam bentuk tangan yang memapah, semangkok bubur hangat, atau suara lembut yang berkata, “Ho kaku ende (Oma, saya ada di sini).”
Baca Juga: 66 Mahasiswa UNIKA Ruteng Ikuti Olimpiade Matematika, Wadah Uji Kemampuan dan Semangat Kompetitif
Di tengah gelap yang tak lagi mampu diterobos mata, Oma Dora tetap memiliki cahaya seseorang yang tidak meninggalkannya. Dan mungkin, di kampung kecil itu, itulah bentuk cinta yang paling jujur.
Kapolres Manggarai Siap Bantu Pengurusan BPJS untuk Oma Dora
Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra melalui Bripka Heribertus Tena didampingi Bhabinkamtibmas menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyatakan siap membantu proses pengurusan BPJS Kesehatan bagi Oma Dorotea Ulus (82), seorang lansia tunanetra dari Kampung Lalang, Desa Beo Rahong, Kabupaten Manggarai.
Langkah ini diambil setelah informasi mengenai kondisi Oma Dora ramai diperbincangkan dan mendapat perhatian publik.
Oma Dora, yang diketahui telah lama mengalami kebutaan, hidup dalam keterbatasan dan belum memiliki jaminan kesehatan. Kondisinya membuat ia kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.
Mengetahui situasi tersebut, Kapolres Manggarai segera menginstruksikan jajarannya untuk turun langsung melakukan pengecekan dan memberikan pendampingan.
“Kami akan membantu mengurus seluruh proses administrasi BPJS untuk Oma Dora. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bripka Heribertus Tena.
Baca Juga: Wagub NTT Dampingi Menko Agus Harimurti Tinjau Infrastruktur Strategis di Labuan Bajo
Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait guna memastikan pengurusan dokumen berjalan cepat dan lancar. Selain itu, Kapolres juga berencana memberikan bantuan tambahan berupa kebutuhan pokok untuk meringankan beban hidup Oma Dora.
Sementara itu, Sekretaris Desa Beo Rahong, Yohanes Pandang menyambut baik perhatian tersebut dan berharap bantuan ini dapat membuka akses kesehatan bagi Oma Dora serta meningkatkan kesejahteraannya.