66 Mahasiswa UNIKA Ruteng Ikuti Olimpiade Matematika, Wadah Uji Kemampuan dan Semangat Kompetitif

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Minggu, 16 November 2025 | 13:38 WIB
Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku Ketua Panitia Olimpiade Matematika sedang memberikan arahan kepada seluruh peserta Olimpiade Matematika.  (Dok. Idenusantara.com/ Gordi Jamat)
Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., selaku Ketua Panitia Olimpiade Matematika sedang memberikan arahan kepada seluruh peserta Olimpiade Matematika. (Dok. Idenusantara.com/ Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Sebanyak 66 mahasiswa kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng dari berbagai semester mengikuti kompetisi Olimpiade Matematika pada Sabtu, 15 November 2025.

Kompetisi ini, diinisiasi oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika sebagai agenda yang tidak hanya sekadar lomba akademik, tetapi menjadi wadah strategis untuk menguji kemampuan berpikir kritis, logika, kreativitas, dan ketahanan mental mahasiswa.

Baca Juga: Jalan Rusak Berpuluh Tahun, Warga Kaju Wangi Nilai Pemkab Matim Tutup Mata

Setiap peserta ditantang menghadapi soal-soal yang kompleks, menuntut strategi pemecahan masalah yang cermat, ketelitian, dan analisis mendalam. Kompetisi ini memacu mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada jawaban akhir, tetapi juga pada proses berpikir yang sistematis dan inovatif, yang menjadi bekal penting menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa depan. Lebih dari itu, olimpiade ini menciptakan atmosfer belajar yang dinamis, di mana mahasiswa saling bertukar pengalaman, strategi, dan ide, sehingga muncul kombinasi persaingan sehat dan kolaborasi yang membangun.

Ketua Panitia: Sarana Asah Kemampuan, Strategi, dan Kreativitas

Ketua Panitia, Romo Emilianus Jehadus, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa olimpiade ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar menilai siapa yang tercepat atau paling pintar. 

"Kegiatan ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi tekanan, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah dengan cara kreatif. Kami ingin mereka memahami pentingnya strategi, ketekunan, dan logika berpikir yang matang, bukan sekadar jawaban cepat," ujarnya.

Romo Emilianus menambahkan bahwa setiap soal dirancang untuk memacu mahasiswa berpikir di luar kebiasaan, menuntut pemahaman konsep, analisis mendalam, dan kreativitas dalam memecahkan masalah. 

"Melalui kompetisi ini, mahasiswa belajar mengelola waktu, menyusun strategi, dan beradaptasi dengan tekanan, sehingga mereka tidak hanya menjadi pintar secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental," tambahnya.

Baca Juga: Dugaan Suap di Tubuh Polres Ende pada Kasus Dana Hibah Rp2.1 Miliar Mulai Mencuat ke Publik, Kapolda NTT Diminta Bergerak Cepat

Lebih jauh, Romo Emilianus menekankan bahwa Olimpiade Matematika menjadi media pembelajaran interaktif, di mana mahasiswa belajar dari proses, pengalaman, dan strategi teman-temannya, sehingga meningkatkan kemampuan analitis sekaligus kreativitas mereka dalam menyelesaikan masalah.

Ketua Prodi: Mengasah Akademik, Karakter, dan Soft Skill Mahasiswa

Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., menegaskan bahwa olimpiade ini tidak hanya mengukur prestasi akademik, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. 

"Kami ingin mahasiswa unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, sportivitas, dan mental yang tangguh. Kompetisi ini melatih mereka menghadapi tekanan, membuat keputusan cepat, dan bekerja secara sistematis di bawah tantangan," jelasnya.

Dr. Maximus menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan soft skill. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X