daerah

Dari OVOP sampai MBG : Arahan Wakil Gubernur Johni Asadoma di Kantor Bupati Manggarai

Sabtu, 6 Desember 2025 | 09:14 WIB
Wagub Johni Asadoma disambut secara adat saat kunjungannya ke Kabupaten Manggarai


Idenusantara.com-Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, disambut oleh Bupati Manggarai, Heribertus Nabit, Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, jajaran Forkopimda Kabupaten Manggarai, serta para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai di Kantor Bupati Manggarai, Jumat (05/12/2025).

Kegiatan penyambutan di Kantor Bupati Manggarai tersebut mengawali rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Wagub Johni sendiri didampingi oleh Staf Ahli Bidang Kesra Provinsi NTT, Ady Mandala.

Baca Juga: Pantau Pelaksanaan Program Strategis Nasional di Daerah, Wakil Gubernur Johni Asadoma Kunjungi Dua SPPG di Manggarai

Penyambutan diawali dengan ritus Manuk Kapu, serta pengenaan topi dan selendang kepada Wakil Gubernur NTT.

“Terima kasih atas penyambutan secara adat di dalam ruangan pertemuan Bapak Bupati Manggarai. Saya merasa bahwa ikatan batin, ikatan emosional sebagai anak rona di Manggarai ini semakin kuat. Hari ini saya menyempatkan diri untuk singgah di Ruteng ini,” ujar Wagub Johni mengawali kegiatan.

Membuka arahannya, Wagub Johni menyinggung sejumlah program kerja nasional dan daerah.

“Dalam berbagai kunjungan ke daerah selalu kami sampaikan. Tentu yang pertama adalah program-program strategis nasional yang harus kita dukung bersama. Mulai dari Makan Bergizi Gratis kemudian Koperasi Desa Merah Putih, kemudian ada juga sekolah Rakyat, cuma memang masih belum merata di NTT. Kemudian juga menyampaikan beberapa program-program dari pemerintah provinsi, seperti OVOP (One Village One Product), OCOP (One Community One Product), di mana setiap desa, atau dalam satu kawasan desa pasti mempunyai produk-produk unggulan, baik di bidang perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan, bahkan di bidang seni budaya,” ujar Wagub Johni mengawali arahan.

Baca Juga: Membangun Harmoni dan Menghapus Stigma: Warga NTT di Bali Hadapi Diskriminasi Tempat Tinggal dan Pekerjaan Akibat Ulah Segelintir Oknum

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya mendorong setiap kabupaten dan desa untuk Ini yang kami dorong untuk setiap kabupaten, desa, bisa memproduksi potensi yang ada di wilayahnya. Produk-produk tersebut bisa didistribusikan ke NTT Mart dan Dapur Flobamorata.

“Tujuannya agar ekonomi rakyat, atau potensi-potensi ekonomi rakyat yang ada di desa-desa ini bisa kita berdayakan bersama, bisa kita distribusi melalui pasar-pasar online yang ada, sehingga ekonomi rakyat, ekonomi desa ini bisa bertumbuh,” lanjut Wagub Johni.

Lebih lanjut, Wagub Johni memaparkan bahwa MBG memberikan multiplier effect ke masyarakat.

“Di sini sudah 14 dapur MBG yang sudah beroperasi. 10 sementara berproses. Kalau ini semua sudah beroperasi, akan memberikan dampak yang luar biasa. Hasil-hasil Petani kita sudah bisa langsung diserap oleh dapur MBG. Peternak-Peternak kita, baik itu ayam dan sapi, akan mendapatkan pasar yang cepat. Begitu pun perikanan. Ini harus kita dorong, kita kampanyekan, agar semua masyarakat memanfaatkan lahan-lahan tidur yang selama ini tidak dikelola, tidak diolah harus dimanfaatkan karena ke depan akan terjadi perebutan bahan baku antara masyarakat, dapur, dan juga hotel-hotel, restoran-restoran. Ini kesempatan masyarakat memanfaatkan seluruh potensi-potensi yang ada, tanah-tanah yang kosong, kemudian perikanan, peternakan, karena semuanya akan terserap oleh pasar, baik oleh pasar umum, maupun oleh pasar MBG ini,” ujar Wagub Johni.

Baca Juga: Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak di Kelok, Warga Rembong Raya Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Menurut Wagub Johni, dampak MBG secara ekonomi sangat besar.

“Kita sebagai aparat negara, sebagai pamong praja, bertugas untuk bisa mempermudah untuk memfasilitasi semua potensi-potensi tersebut, kebutuhan-kebutuhan masyarakat, sehingga apa yang menjadi tujuan program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bisa terjadi yaitu masyarakat yang sejahtera, sehat, maju, dan berkeadilan. Jadi, Pembangunan tidak hanya terjadi di kota-kota, pembangunan bisa sampai ke desa-desa. Ini yang menjadi tugas kita semua untuk kita bisa sama-sama pemerintah pusat, kabupaten, kecamatan, desa, bergandengan tangan membawa masyarakat menuju sejahtera,” pungkas Wagub Johni.

Halaman:

Tags

Terkini