daerah

Soft Launching NTT Mart Online, Gubernur Melki : Kerja Nyata untuk Ekonomi Rakyat NTT

Rabu, 24 Desember 2025 | 05:06 WIB
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur, Johni Asadoma bersama sejumlah pejabat resmi melaksanakan Soft Launching NTT Mart Online (Foto: biro setda Prov NTT)

Idenusantara.com-Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena resmi melaksanakan Soft Launching NTT Mart Online pada Selasa (23/12/2025) pagi di Aula Kantor Dinas PUPR Provinsi NTT. Peluncuran ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan pasar yang layak bagi produk UMKM dan IKM lokal, baik secara fisik maupun digital.

Gubernur Melki menegaskan bahwa NTT Mart bukan sekadar program atau slogan, melainkan kerja nyata pemerintah untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal.

"Kalau selama ini ekonomi kerakyatan sering kita dengar di pidato, hari ini kita kerjakan betul-betul. Produk rakyat NTT kita kasih tempat yang layak, fisik ada, digital juga ada," tegas Gubernur Melki.

Baca Juga: HUT ke-67 NTT, Gubernur Melki Tegaskan Persatuan dan Percepatan Pembangunan Berkelanjutan

Hingga saat ini, 11 NTT Mart telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi NTT menargetkan 22 NTT Mart fisik berdiri di seluruh wilayah NTT sebelum akhir Desember 2025. Kehadiran NTT Mart Online melengkapi gerai fisik agar produk lokal NTT dapat diakses dan dibeli oleh masyarakat dari mana saja. Menurut Gubernur Melki, di era sekarang semua pekerjaan menuntut kehadiran di ruang digital, termasuk UMKM.

"Jangan tunda-tunda. Bangun dulu, jalan dulu, lalu kita benahi sambil berjalan," ujarnya.

NTT Mart dirancang sebagai rumah bersama produk lokal unggulan NTT, mulai dari makanan dan minuman olahan, tenun dan kerajinan tangan, hingga hasil pertanian, perikanan, dan kelautan. NTT Mart tidak dimaksudkan menjadi pesaing toko kecil atau ritel modern, melainkan teman usaha dengan segmen pasar yang berbeda dan selama ini belum tergarap maksimal.

Baca Juga: BRI Ruteng Jaga Kekompakan Pegawai lewat Kegiatan Brilian Sportacular

Untuk memastikan UMKM dan IKM di Nusa Tenggara Timur benar-benar naik kelas, Pemerintah Provinsi NTT membangun ekosistem pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha.

Pertama, dari sisi permodalan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah dihadirkan melalui Bank NTT dan perbankan lainnya. Dengan masuknya KUR, pemerintah berharap persoalan permodalan yang selama ini menghambat pelaku UMKM dan IKM dapat teratasi, sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kedua, pendampingan teknis produksi dan digitalisasi usaha. Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank Indonesia, Bank NTT, perbankan Himbara, serta bank swasta telah sepakat untuk berkolaborasi menyiapkan tenaga pendamping. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM dan IKM meningkatkan kualitas produksi, memperbaiki proses usaha, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran dan pengelolaan usaha.

Baca Juga: Konsisten Menjaga dan Mengembangkan Musik Tradisional Manggarai Selama Puluhan Tahun, Felix Edon Raih Penghargaan AKI 2025

Ketiga, peningkatan literasi keuangan. Pemerintah menyadari bahwa masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelola keuangan. Melalui program literasi keuangan, pelaku UMKM didorong untuk mampu mengatur arus kas, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta menggunakan keuntungan usaha untuk pengembangan usaha, bukan hanya untuk konsumsi sesaat.

Keempat, penyediaan pasar dan pembeli. Melalui NTT Mart, baik fisik maupun online, pemerintah memastikan bahwa produk UMKM memiliki pasar yang jelas. Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung belanja produk lokal melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi pelaku UMKM dan IKM di seluruh NTT.

Halaman:

Tags

Terkini