daerah

Kampus Undana Gelar Wisuda, Wagub Jhoni: Jangan Jadi Penonton, Jadilah Bagian dari Jawaban Tantangan NTT

Jumat, 27 Februari 2026 | 06:19 WIB
Wagub Johni saat menjadi pembicara di Wisuda Kampus Undana (Foto:Biro Setda Prov NTT)

Idenusantara.com-Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar upacara Wisuda Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Periode Pertama Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Graha Cendana, Kupang, pada Kamis (26/2/2026) pagi. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johanis Asadoma, M.Hum., merupakan salah satu dari 1.038 wisudawan yang diwisuda pada kesempatan tersebut. Sosok yang akrab disapa Johni Asadoma tersebut lulus sebagai Doktor Ilmu Administrasi dengan IPK 3,95.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni hadir untuk memberikan sambutan mewakili pemerintah sekaligus menjadi perwakilan para wisudawan. Di hadapan ribuan lulusan dan orang tua, Wagub Johni ini menekankan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjuangan yang sesungguhnya di tengah dinamika zaman.

Baca Juga: Tahapan Mendidik Anak Laki-laki Berdasarkan Usia, Ayah dan Bunda wajib Tau!

Wagub Johni menyampaikan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan bukti ketekunan dan disiplin, serta perwujudan doa orang tua yang tidak terputus. Namun, ia mengingatkan agar para lulusan tidak terbuai oleh euforia sesaat.

"Hari ini bukan garis akhir dari perjuangan saudara, tapi ini adalah garis awal dalam perjalanan hidup. Saudara lulus di tengah dunia yang berubah sangat cepat teknologi, pola ekonomi, hingga pola hidup," tegasnya.

Wagub Johni termasuk salah satu wisudawan dalam meraih gelar Doktornya (Foto:Dok.Humas Biro Setda Prov NTT)

Secara blak-blakan, Wagub NTT Johni Asadoma menyoroti realita pahit di dunia kerja. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 7.000 sarjana (S1, S2, dan S3) yang masih menganggur dan sedang mencari pekerjaan. Menurutnya, universitas ternama maupun IPK tinggi tidak lagi menjadi jaminan tunggal untuk meraih kesuksesan.

"Kita tidak kekurangan orang pintar, teori, atau wacana. Yang kita butuhkan adalah generasi yang mampu mengubah pengetahuan menjadi solusi nyata untuk memecahkan persoalan masyarakat," lanjut Wagub Johni.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pasokan Daging Aman, Distribusi Diperkuat Jelang Idulfitri

Dalam sambutannya, ia memaparkan sejumlah tantangan krusial yang masih membayangi Nusa Tenggara Timur, di antaranya:
-Tingkat kemiskinan yang masih tinggi.
-Rendahnya produktivitas daerah.
-Akses air bersih yang belum merata.
-Transformasi ekonomi yang belum memiliki nilai tambah.

Wagub Johni meminta para lulusan Undana untuk tidak menjadi penonton di tengah kemelut tersebut. NTT, menurutnya, memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, hingga energi terbarukan. Namun, potensi itu akan sia-sia tanpa sentuhan inovasi dari para kaum intelektual.

"NTT membutuhkan orang-orang yang berintegritas, jujur, dan siap berkorban. Lulusan Undana tidak dididik untuk menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan yang berdampak bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Surat, Anggota DPRD Manggarai Barat Diperiksa Polisi

Sementara itu, dalam orasi di hadapan para wisudawan, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng. menggunakan metafora unik dari papan catur, yakni bidak kuda (the knight), untuk menggambarkan bagaimana seharusnya seorang lulusan perguruan tinggi bersikap di dunia nyata.

Halaman:

Tags

Terkini