daerah

Kampus Undana Gelar Wisuda, Wagub Jhoni: Jangan Jadi Penonton, Jadilah Bagian dari Jawaban Tantangan NTT

Jumat, 27 Februari 2026 | 06:19 WIB
Wagub Johni saat menjadi pembicara di Wisuda Kampus Undana (Foto:Biro Setda Prov NTT)

Menurut Jefri, bidak kuda adalah simbol dari kemampuan melampaui kebuntuan. Berbeda dengan bidak lainnya yang bergerak lurus, kuda memiliki pola langkah khas yang memungkinkannya melompati hambatan.

"Kuda mengajarkan kita tentang inovasi dan keunikan cara berpikir yang _out of the box._ Ia tidak bergerak secara linear atau lurus-lurus saja," ujar Jefri Bale.

Ia mendorong para alumni Undana untuk tidak terjebak dalam pola pikir konvensional saat menghadapi tantangan di masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya strategi penempatan diri bagi para lulusan baru. Mengutip taktik permainan catur, ia menjelaskan bahwa efektivitas seorang individu sangat bergantung pada di mana ia berdiri.
• Pusat Perubahan: Seekor kuda akan sangat kuat jika berada di pusat papan karena mampu menguasai 16 kotak sekaligus.
• Sudut Kenyamanan: Sebaliknya, kuda akan menjadi lemah dan geraknya terbatas jika hanya berdiam di sudut papan.

Baca Juga: Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Tak Boleh Kendur

Jefri Bale berpesan agar para alumni tidak membatasi potensi mereka dengan memilih jalan yang terlalu aman atau nyaman.

"Pesan saya bagi alumni: carilah tempat yang tepat. Jangan membatasi potensi saudara di sudut-sudut kenyamanan. Beradalah di tengah pusat perubahan, di tengah komunitas yang menantang, di tempat di mana keahlian saudara bisa memberikan dampak maksimal," tegasnya.

Jefri menutup orasinya dengan peringatan bahwa penempatan diri yang salah hanya akan menjadi belenggu yang menghambat pergerakan dan kontribusi para lulusan bagi kemajuan bangsa.

 

Halaman:

Tags

Terkini